Tuesday, April 1, 2014

Penunggu Rumah

Selamat pagi semua...! Alhamdulillah akhirnya bisa blogging lagi. Ada yang ngerasa kehilangan enggak? Enggak ada yah hihihi...

Ada yang udah baca Amelia-nya Tere Liye belum? Kalau belum, baca deh. Soalnya Amelia dan Serial Anak-Anak Mamak lainnya ini keren banget. Bercerita tentang sebuah keluarga sederhana yang tinggal di sebuah perkampungan di tengah hutan di lembah Bukit Barisan.

Amelia ini anak bungsu di keluarga Mamak. Sebagai anak bungsu, pasti paling disayang dong ya. Sayangnya, Amel justru resah menghadapi masa depan karena sebuah tradisi di kampungnya. Dalam tradisi tersebut, Amel, sebagai anak bungsu tetap tinggal di rumah merawat orang tua, meskipun sudah berkeluarga. Penunggu rumah. Padahal Amel ingin sekolah yang jauh, melihat dunia.
"Amel tidak harus menunggu rumah, kan, Pak?"Bapak diam sejenak, membuatku jadi cemas menunggu jawabannya."Wawak kau benar, kau boleh tinggal di mana pun, Amel. Boleh menjadi apa pun saat kau besar nanti. Tidak ada yang akan menghalangi anak bungsu Bapak." Bapak tersenyum, akhirnya menjawab."Tapi, Amel, kalau kau kelak bersedia tinggal bersama kami yang semakin tua, menemani Bapak dan Mamak di kampung, tentu itu juga amat menyenangkan, Amel." Bapak menatapku lembut meneruskan kalimatnya.
(Amelia - Tere Liye, halaman 201)
Untuk kasus keluarga saya, saya lah yang kini menjadi penunggu rumah. Saya memang bukan anak bungsu. Kebetulan saja base pekerjaan suami saya di Bandung, meskipun tiap minggu harus pergi ke luar kota. Sedangkan adik saya, si bungsu, harus mengikuti suaminya bekerja keliling Jawa Barat.

Makanya beberapa bulan setelah menikah, sebelum saya sempat mencari rumah kontrakan, orang tua saya langsung membangun rumah untuk keluarga kecil saya, tidak jauh dari rumah mereka. Alasannya, karena katanya sejak kecil saya tidak pernah menyusahkan. Namun saya yakin, mereka hanya ingin dekat dengan salah satu putrinya, agar dapat menjaga dan merawat saat mereka sudah tua nanti. Meskipun tidak tinggal di rumah yang sama, tapi prinsipnya mirip lah ya dengan penunggu rumahnya Amelia.

Tapi lihatlah sekarang. Sebagai penunggu rumah, justru saya lah yang sering merepotkan mereka. Selama ini,  fungsi saya sebagai penunggu rumah hanya sekedar menyediakan makan untuk ayah saya setiap ibu saya pergi dinas ke luar kota. Di luar itu, alhamdulillah mereka adalah orang tua yang sehat dan mandiri.

Sedangkan saya, sering sekali merepotkan mereka. Saya sering sakit-sakitan. Dan sakitnya biasanya ketika suami sedang tidak ada. Sudah jelas, akhirnya mereka yang paling repot. Bukan hanya mengantar saya ke dokter, tapi juga mengasuh Jav di antara kesibukan mereka :(

Seperti kejadian baru-baru ini. Meskipun merasa lega karena penyebab sesak napas saya sudah diketahui, tapi proses panjang mengunjungi empat rumah sakit dan menemui empat dokter harus melibatkan orang tua saya. Saya merasa menjadi penunggu rumah yang merepotkan :(

Semoga setelah ini, saya bisa selalu menjaga kesehatan. Semoga orang tua saya selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Serta semoga, saya bisa membalas kasih sayang mereka yang begitu besar dan tidak pernah lekang oleh waktu.

Dok. Pribadi

8 comments:

  1. Amin.. semoga keluarga sehat selalu ya mbak... :)
    saya juga suka serial Anak-anak Mamak, tapi cari Pukat susah :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. makasih mba :)
      wah susah ya, perasaan kmaren2 liat versi cover barunya..

      Delete
  2. iya benarrrrr... aku anak bungsu dan memang seperti itu, kalau kerja tidak boleh keluar kota, kalau nanti menikah meskipun gak serumah ma ortu tapi harus satu kota. Tapi entahlah jodohnya nanti sama siapa :D
    tapi kalau dipikir ya siapa lagi yang jaga ortu, karena saudara sudah menikah dan memang anak bungsu yang kebanyakan mengurus orangtua.
    Sama Mbak, semakin dekat kok rasanya semakin menyusahkan ortu :((((

    ReplyDelete
  3. Kirain tadi lihat judulnya seputar kisah tentang hantu, e ternyata sama seperti cerita saya, si anak bontot penunggu rumah dan merawat orang tua. Tapi bedanya saya sekarang lebih positive thinking aja, bisa menemani dan merawat orang tua makin banyak rejekinya. hehe

    ReplyDelete
  4. Semoga mb pit sehat selalu kedepannya ya. Sy blm baca nih serial anak mamak ini, bagus ya,,ya jd pgn baca deh.

    ReplyDelete