Tuesday, March 5, 2013

Posted by Nathalia Diana Pitaloka | File under : ,

Aku mencium kening Tania dengan lembut. Akhirnya putriku bisa tidur setelah menangis berjam-jam karena melihat 'makhluk lain' di rumah sebelah.

Keluarga kami memang tinggal di sebuah komplek perumahan yang semua bangunan rumahnya sudah tua. Rumah dengan arsitektur peninggalan Belanda yang kutempati ini adalah warisan dari orang tuaku. Aku dan Tania lebih sering menempati rumah ini berdua saja, karena suamiku Dani bekerja di sebuah perusahaan minyak lepas pantai dan hanya pulang tiga bulan sekali.

Kurang lebih sudah satu bulan Tania merasa terganggu dengan 'makhluk lain' di rumah sebelah, yang sering dia lihat saat sedang bermain di halaman belakang. Sebelumnya rumah tersebut diisi oleh sepasang suami istri yang sudah tua. Dua tahun yang lalu mereka memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya dan menjual rumah itu. Sayangnya sampai sekarang rumah itu belum juga laku terjual dan menjadi terlantar. Sementara Dani khawatir rumah itu akan dijadikan tempat melakukan perbuatan kriminal, aku justru takut rumah itu akan dihuni oleh 'makhluk lain'. Dan ternyata apa yang aku takutkan memang terjadi.

Brak!

Rupanya barusan aku tertidur di kamar Tania dan terbangun karena mendengar suara ribut dari luar. Kulirik jam yang berada di meja. Sudah pukul sepuluh, siapa yang bertamu selarut ini.

Cetrek!

Kudengar ada yang membuka pintu depan rumahku. Perampok?!

"Silakan masuk.." kata seseorang. Rupanya aku mengenal suara itu. Dani! Aku hendak menghampiri Dani, namun urung karena melihat Dani membawa dua orang tamu, Pak Rudi Ketua RT di perumahan ini dan seorang wanita muda berpakaian serba hitam yang tidak kukenal.

"Saya harap Pak Dani tidak keberatan.. Ini kami lakukan demi kenyamanan lingkungan perumahan ini, terutama bagi penghuni baru di rumah sebelah.." kata Pak Rudi.

"Tidak apa-apa.. Ini salahku karena tidak pernah kembali lagi ke sini.." jawab Dani.

Wanita berpakaian serba hitam melihat ke sekeliling rumah lalu menatapku yang sedang mengintip dari balik pintu kamar.

"Ibu Anisa melihat dan mendengar pembicaraan kita.. Silakan Pak Dani.." katanya sambil tetap menatapku.

"Anisa.. Maafkan aku yang tidak bisa melindungimu dan anak kita.. Aku sangat mencintai kalian.. Tapi tempat kalian bukan di sini.." Dani berkata dengan terbata-bata.

"Apa maksudmu? Kamu mengusirku?" kataku tidak terima sambil menghampiri Dani dan mengguncang badannya tapi..... Aku tidak bisa menyentuhnya! Tanganku menembus badannya! Aku berdiri mematung. Bingung.

"Lanjutkan Pak.." kata seseorang berpakaian serba hitam.

"Polisi sudah menangkap para perampok itu.. Kini mereka sudah mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.. Jadi sekarang, bawa Tania dan pergilah dengan tenang.." lanjut Dani.

"Ada apa Ma?" Tania menghampiriku, darah bercucuran dari kepalanya.

Aku meraba perutku. Basah. Ternyata darah juga bercucuran dari perutku. Badanku sangat lemas dan merosot terduduk bersandar di tembok. Tania memelukku lalu kami menangis bersama.

425/500 kata

~~~~~





23 comments:

  1. Baca ini jadi teringat film Dream House deh! :)
    Keren mbak!

    ReplyDelete
  2. Lho trus lanjutannya gimana? darah apakah itu? mbak ini iiihh.. bikin penasaran ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Numpang jawab: ceritanya itu si istri dan si anak udah jadi hantu, tapi gak sadar :)

      Delete
  3. huaaaaa......... hororrr........ tapi sedih juga yah... keren ih mba.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, tau settingnya rumah tua langsung kepikiran yang horor2 :D

      Delete
  4. Waduw, kaya sixth sense yah :'))
    nice post ;)

    ReplyDelete
  5. Lebih mirip The Others-nya Nicole Kidman daripada The Sixth Sense :)

    ReplyDelete
  6. Aah.. sedih.. :((

    Inget film yang Thailand itu. Istrinya jadi monster.. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh kasian amat istrinya jadi monster :(
      judul filmnya apa mba?

      Delete
  7. wah, saya baru mo mencet keyboard, tapi kok udah muncul komentnya pdhal blom ngetik *bingung* hehehe ternyata itu komen nya mbak nurusyainie :D,
    suka bgt saya sama si Haley, masih kecil acting nya udah jago :D

    ReplyDelete
  8. huwwaaa, ini keren sekali. ternyata endingnya tidak seperti yang aku kira..

    ReplyDelete