Monday, September 8, 2014

Button Snake

Hari Senin minggu yang lalu, saya (sepaket sama Jav tentunya) ketemuan sama teman SMA yang kini tinggal di Prabumulih dan sedang ikut suaminya tugas ke Bandung. Udah lupa kapan terakhir kali ketemu. Yang pasti, sebelumnya saya siapin mainan baru supaya Jav mau duduk tenang dan enggak mengganggu acara ngobrol-ngobrol. Apalagi enggak ada ayahnya Jav yang bisa diandelin untuk ngejar Jav kalau dia lari-lari :D

Pengalaman selama ini, kalau pergi-pergi, walaupun saya bawain mainan favoritnya, enggak pernah tuh dilirik sama Jav.  Makanya, kali ini selain bawa mobil-mobilan favoritnya Jav, saya juga bawa mainan baru untuk Jav. Button snake.

Button Snake (Dok. Pribadi)
Bahan:
  • Kain flanel (Ceritanya memanfaatkan kain flanel yang nganggur. Belinya tiga tahun yang lalu. Waktu itu rencananya mau bikin kaos personalized untuk Jav. Tapi ya gitu deh, males hehehe…)
  • Pita (Kebetulan nemu pita enggak tau bekas apa di kotak mainannya Jav)
  • Kancing (Nemu di tempat alat jahit)
  • Gunting
  • Jarum dan benang
Potongan kain flanel (Dok. Pribadi)
Cara Membuat:
  • Gunting kain flanel dengan beberapa macam bentuk.
  • Buat lubang di tengah potongan kain dengan melipat kain lalu mengguntingnya sedikit di bagian tengah.
  • Jahit kancing di salah satu ujung pita.
  • Ikat salah satu potongan kain di ujung pita lainnya.
  • Button snake siap digunakan :)
Lalu bagaimana? Apa siang itu Jav mau duduk manis sambil memainkan button snake-nya? Enggak…. Dia cuma memasukkan satu kain, lalu setelahnya lebih tertarik untuk lari-lari mengeksplor setiap jengkal restoran tempat kami makan siang T_T

Manfaat:
  • Membuat Jav mau duduk manis saat sedang berada di luar rumah. 
  • Mengenal warna. 
  • Mengenal bentuk. 
  • Melatih keterampilan motorik halus. 
  • Melatih kemampuan koordinasi mata dan tangan. 
  • Melatih kesabaran dan ketelitian. 
  • Melatih kemandirian (memasang dan melepas kancing baju sendiri).
Serius... (Dok. Pribadi)
Makin lama makin mahir (Dok. Pribadi)
Tapi enggak sia-sia kok saya bikin ini. Di rumah, kalau sedang bosan bermain dengan mobil-mobilannya, Jav pun beralih memainkan button snake. Satu hari entah bisa sampai berapa rit (emangnya sopir angkot :p). Dia betah memasukkan semua kainnya, setelah itu dikeluarin lagi. Enggak sampai lima menit udah selesai. Kurang banyak nih potongan kainnya :D

Referensi:

Read more >>

Friday, September 5, 2014

Muffin Pisang Cokelat

Setiap adik saya pulang ke Bandung, dia pasti bawa oleh-oleh pisang dari kebun. Lumayan, hihi…. Jadi enggak usah beli. Tapi kadang kalau sering pergi ke luar rumah, pisang-pisang itu suka terlupakan. Tau-tau kulitnya udah menghitam.

Daripada busuk, mending langsung diolah. Agak bingung sih mau diolah jadi apa. Saya sendiri enggak terlalu suka pisang yang diolah-olah. Cake pisang? Muffin pisang? Pancake pisang? Hmmm… *mikir*

Tapi kayanya boleh juga tuh dicoba muffin pisang-nya Mbak Diah Didi. Simpel…. Saya tambahin cokelat bubuk supaya rasanya enggak terlalu pisang :p Kebetulan belum ada ide juga buat bekal sekolah Jav. Jadi sekalian aja.

Dok. Pribadi
Bahan:
  • 3 buah pisang ambon, haluskan
  • 190 gr tepung terigu protein sedang
  • 100 gr gula pasir
  • 1 butir telur
  • 75 gr minyak goreng
  • 1 sdt baking powder
  • 1 sdt baking soda (saya enggak pakai)
  • 1/3 sdt garam
  • 1/4 sdt vanili bubuk
  • 30 gr cokelat bubuk (inisiatif saya)

Cara Membuat:
  • Haluskan pisang.
  • Campur dengan telur, gula, garam, vanili, dan minyak, kocok. Sisihkan.
  • Ayak dan campur tepung terigu, baking powder, dan cokelat.
  • Buat lubang di tengahnya, lalu tuang adonan basah.
  • Aduk sampai tercampur asal lembab saja.
  • Tuang ke dalam cup.
  • Panggang hingga matang.

Aromanya… enak. Harum pisang bercampur cokelat dan vanili. Rasanya legit, tapi enggak terlalu manis :)

Read more >>

Wednesday, September 3, 2014

Jav 3 Tahun 8 Bulan

Dok. Pribadi
  • Hafalan doanya nambah doa bangun tidur, doa setelah makan, doa masuk kamar mandi, doa keluar kamar mandi.
  • Hafalan surat pendeknya baru nambah Al-Ikhlas.
  • Udah enggak cari perhatian gurunya dengan lari-lari keluar dari halaman sekolah.
  • Mulai lagi dibiasain makan sendiri.
  • Udah bisa pakai kaos kaki dan sepatu sendiri.
  • Udah bisa ngancingin kemeja sendiri.

Read more >>

Monday, September 1, 2014

Menggambar Menggunakan Es

Selamat hari Senin! Selamat hari pertama di bulan September! Gimana weekend-nya? Kalau Jav sih, selain siangnya main ke rumah eninnya di Cimahi, paginya nyobain menggambar pakai es. Saya udah siapin esnya sejak sehari sebelumnya. Jadi tinggal dikeluarin dulu sebentar, langsung bisa dipakai deh :)

Masih cair (Dok. Pribadi)
Bahan:
  • Cetakan es
  • Air
  • Pewarna makanan
  • Tusuk gigi
  • Kertas
Udah beku, siap dipakai (Dok. Pribadi)
Cara Membuat:
  • Isi cetakan es dengan air.
  • Tambahkan 1 tetes pewarna makanan, aduk.
  • Simpan di dalam freezer hingga setengah beku.
  • Tambahkan tusuk gigi.
  • Simpan kembali di dalam freezer hingga membeku.
Warnanya manis :) (Dok. Pribadi)
Manfaat:
  • Mengenal aneka warna dan nama warna.
  • Melatih keterampilan motorik halus.
  • Melatih kemampuan koordinasi mata dan tangan.
  • Meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas.
  • Mengenal perubahan sifat benda cair (membeku dan mencair).
Ungu... (Dok. Pribadi)
Berhubung persediaan pewarna makanan  di rumah cuma ada warna pink, biru, dan oranye, jadi variasi warna esnya juga terbatas. Tambahan warna hijaunya juga karena kebetulan ada essens pandan hihihi….

Jav udah antusias sejak saya mencampur warna-warnanya. Enggak sabar ingin esnya cepat beku. Yang pasti, saya wanti-wanti dia dulu, kalau es ini bukan untuk dimakan, tapi untuk menggambar.

Baris (Dok. Pribadi)
Pagi itu, matahari bersinar cerah. Saya ajak Jav menggambar di teras depan yang menghadap ke arah timur. Selain agar esnya cepat mencair, juga supaya Jav yang sedang pilek bisa sekalian berjemur.

Hasil gambar Jav, jelas abstrak. Salah satunya ketika dia menggambar dengan es warna hitam. Katanya gambar awan. "Kok awannya item?" tanya saya. "Gelap, mau ujan," jawabnya :D

Serius (Dok. Pribadi)
Kali ini Jav lumayan betah menggambar dengan es. Sekitar satu jam lebih. Saya ajak mandi juga enggak mau, karena masih asyik bereksperimen dengan campuran warna-warna.

Sayang, warnanya kurang tajam. Lain kali kalau bikin lagi, harus ditambah pewarnanya supaya hasilnya bisa lebih pekat.

Pelangi (Dok. Pribadi)
Referensi:

Read more >>

Friday, August 29, 2014

Pengalaman Jav Mengikuti Lomba @ Republika

Udah sejak lama saya melihat tulisan teman-teman blogger bolak-balik mejeng di Leisure-nya Republika. Saya juga ingin dong mencoba. Rencananya sih ingin mengirim tulisan untuk rubrik Buah Hati, soalnya kalau rubrik Jalan-Jalan enggak ada pengalaman. Sayangnya rencana tinggal rencana. Jangankan mengirim tulisan, menulis aja enggak.

Sampai dua minggu yang lalu, saya mendapat bocoran dari Mbak Ika Koentjoro bahwa kalau mengirim tulisan tentang momen lebaran bersama anak, kemungkinan dimuatnya akan lebih besar. Soalnya, waktu itu kan masih suasana lebaran. Duh, momen lebaran apa ya yang bisa saya ceritakan…. Sepertinya enggak ada yang spesial deh.

Walaupun begitu, saya ingat-ingat terus kata kuncinya: momen. Kalau momennya pas, maka peluang dimuatnya bisa lebih besar. Nah, kebetulan kemarin kan ada momen Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekolah Jav juga mengadakan berbagai lomba. Langsung saya tulis deh pengalamannya. Alhamdulillah, tulisan saya dimuat hari Selasa tanggal 26 Agustus kemarin.

Terima kasih banyak untuk Mba Ika atas pencerahannya. Semoga ini bukan karena keberuntungan pemula. Semoga ini bukan kali yang pertama dan terakhir.

Tulisan ini saya persembahkan khusus untuk Jav, yang ketika selesai lomba menangis pilu karena enggak dapat hadiah. Waktu itu hati saya teriris sekali. Inginnya mengajak Jav ke toko saat itu juga dan membolehkan Jav memilih barang apapun yang dia suka. Tapi enggak mungkin kan saya berbuat seperti itu, enggak mendidik :D

Versi cetaknya (Dok. Ika Koentjoro)
Berikut tulisan asli yang saya kirimkan.

~~~

Menang Atau Kalah Bukan Masalah

Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sekolah Jav (4 tahun) mengadakan beberapa perlombaan untuk murid muridnya. Diantaranya yaitu lomba memakan kerupuk, lomba meniup balon, lomba membawa kelereng dengan sendok, lomba memasukkan pensil ke dalam botol, dan lomba menukar bendera dan boneka dengan warna yang sesuai.

Sejak awal, saya merasa sangat khawatir. Apakah usia Jav tidak terlalu dini untuk mengikuti perlombaan? Bagaimana jika dia kalah dan sedih melihat teman-temannya mendapat hadiah?

Tetapi, saya mencoba untuk menyingkirkan kekhawatiran tersebut. Karena pada dasarnya, mengikuti berbagai lomba 17 Agustus tentu akan memberikan banyak manfaat dan pengalaman baru bagi Jav. Selain melatih fisik dan menstimulasi kemampuan motoriknya, yang lebih penting lagi, dengan mengikuti berbagai lomba, Jav dapat mulai belajar berkompetisi dan bersikap sportif dalam menghadapi kemenangan atau kekalahan.

Sebelumnya, saya jelaskan pada Jav bahwa ketika lomba, semua anak akan berusaha untuk menjadi yang terbaik. "Jav harus cepat makan kerupuknya."

Untuk mengantisipasi kekecewaan Jav apabila saat berlomba ternyata dia kalah, saya tekankan padanya bahwa pada saat lomba nanti, yang penting bukan menang atau kalah, dan mendapat hadiah atau tidak. "Yang menang nanti dapat hadiah, nah yang kalah ngasih selamat sama yang menang."

Namun, seperti yang sudah saya perkirakan sebelumnya, sebagai murid yang paling kecil, Jav tidak memenangkan satu perlombaan pun. Mulanya Jav tidak peduli. Tetapi setelah melihat teman-temannya yang menang mendapat hadiah, dia pun meminta bagiannya. Akhirnya Jav menangis karena tidak mendapat hadiah.

Saya peluk Jav sambil berbisik, "Jav sedih ya, enggak apa-apa. Namanya juga lomba, ada yang menang dan ada yang kalah. Jav mau ikut lomba aja, Bunda udah seneng. Jav juga seneng kan? Tadi ketawa-ketawa ya sama temen-temen waktu lagi lomba? Kalau Jav mau hadiah, berarti Jav harus latihan lagi, supaya tahun depan bisa ikut lomba lagi."

Syukurlah, menjelang pulang, Jav sudah tidak menangis lagi. Apalagi Ibu Guru juga memberi medali sebagai penghargaan karena Jav telah mengikuti lomba.

Ini adalah kali pertama untuk Jav mengikuti lomba 17 Agustus. Bagi balita seusia Jav, menang dan kalah bukanlah yang utama. Melalui kegiatan seperti ini, Jav mulai belajar mengenal kompetisi. Bahwa untuk mendapatkan sesuatu, dia harus berusaha terlebih dahulu. Makanya, ketika beberapa orang tua menawarkan untuk memberikan hadiah milik anak-anaknya kepada Jav, saya menolak. Dengan begitu, saya berharap semangat juang Jav untuk berhasil mulai terbangun.

~~~

Sedangkan yang sudah diedit bisa dilihat di sini. Silakan dibandingkan.

Versi online-nya (Dok. Pribadi)
Berminat untuk mengirim juga? Ada panduannya di sini :)

Read more >>

Monday, August 25, 2014

Jav Belajar Menempel - Transportasi

Malam Rabu minggu kemarin, Jav demam. Tidurnya enggak nyenyak, soalnya batuk-batuk juga. Makanya hari Rabunya saya putusin Jav enggak usah sekolah dulu, supaya dia bisa bener-bener istirahat. Soalnya kalau sekolah, Jav suka enggak sadar diri meskipun lagi sakit. Hobinya lari-lari dan panas-panasan melulu. Ya namanya juga anak-anak….

Tapi saya juga enggak mau Jav bengong aja di rumah. Jadi, saya siapin deh proyek sederhana ini.

Bahan:
  • Potongan gambar alat transportasi (saya potong dari kertas kado sisa)
  • Kertas kalender bekas (untuk digunakan bagian belakangnya)
  • Pensil warna
  • Lem
Hasil potongan dari kertas kado sisa (Dok. Pribadi)
Cara Membuat:
Awalnya, saya menggambar sedikit clue di kertas. Saya bagi tiga bagian. Di bagian atas saya menggambar awan dan matahari, di bagian tengah saya menggambar rambu lalu lintas, sementara di bagian bawah saya menggambar ikan dan kerang. Setelah siap, saya ajak Jav untuk menempel gambar-gambar kendaraan sesuai tempatnya.

Jangan diketawain yah, saya memang enggak jago menggambar :p (Dok. Pribadi)
Manfaat:
  • Melatih kemampuan motorik halus serta koordinasi antara mata dan jari tangan. Wuih, sambil ngobrol, Jav serius banget mengoles lemnya. Walaupun belum terlalu rapi, tapi lumayan enggak terlalu berantakan juga, padahal baru dua bulan saya mengenalkan lem pada Jav.
  • Melatih kemampuan kognitif dan logika. Bahwa kapal laut beroperasi di laut dan pesawat beroperasi di udara. Sebenarnya, perihal beginian sih Jav udah khatam sejak lama.
  • Melatih imajinasi. Saya agak kaget waktu ada dua gambar mobil yang ditempel Jav dengan posisi yang enggak wajar. Saya tidak melarangnya. Biar Jav menempel sesuai imajinasinya dulu.
  • Melatih kemampuan komunikasi dan argumentasi. Walaupun saya membiarkan Jav menempel dua gambar mobil dengan posisi yang enggak wajar, tapi saya tanya sama Jav, "Kenapa nempel mobilnya kok numpuk-numpuk gitu? Kebalik lagi…." Ternyata jawabannya karena mobilnya lagi tabrakan heuheu….
  • Tambahannya, bisa untuk belajar mengenal warna dan menghitung juga.
Lidahnya, hihihi.... (Dok. Pribadi)
Serius (Dok. Pribadi)
Lumayan, Jav bisa duduk manis meskipun hanya setengah jam. Dengan begini, Jav bisa tetap bermain sambil belajar tanpa perlu beraktivitas terlalu berat.

Hasilnya (Dok. Pribadi)
Biasanya Jav main beginian sesuka hati dan sesuai mood bundanya, bahan-bahannya pun seadanya aja. Nah, niatnya sih mulai sekarang mau dijadikan rutinitas, minimal seminggu sekali. Bahan-bahannya disiapin secara khusus dan ada temanya, meskipun tetap memanfaatkan bahan yang ada di rumah. Mudah-mudahan bisa jalan terus :D

Read more >>

Wednesday, August 20, 2014

Wordless Wednesday: Creative

Jav played with 'steering wheel', while his mother was busy working :D

Read more >>

Friday, August 15, 2014

Parade Cireng

Aci digoreng alias cireng, merupakan salah satu cemilan favorit saya. Mulai dari cireng saus berwarna oranye yang biasa dijual di sekolah-sekolah, cireng yang dijual bersama bala-bala dan gehu di tukang gorengan, cireng isi bumbu kacang yang biasa dijual di warung-warung, sampai cireng modern yang isiannya sudah lebih beragam.

Sekarang ini, cireng pun banyak dijual secara online. Asyik banget nih, bisa menikmati cireng tanpa perlu keluar rumah. Apalagi bulan Ramadhan kemarin saya memang menyimpan beberapa bungkus cireng untuk buka puasa. Hihihi buka puasa kok makan gorengan…. Saya sih yang penting berimbang. Sayur dan buah itu wajib, tapi gorengan juga harus ada :p

Nah, kali ini, saya buat review beberapa cireng yang bisa dibeli secara online.

Cireng Mang Aup

Kemasan Cireng Mang Aup (Dok. Pribadi)
Harganya Rp 12.500 per bungkus. Satu bungkus berisi sepuluh buah cireng. Dilihat dari penampilannya, mirip dengan cireng Rp 3.000 isi sepuluh yang biasa saya beli di pasar hihihi…. Yang membuatnya terlihat berbeda hanya dari kemasannya dan sambal yang melengkapinya.

Cireng Mang Aup (Dok. Pribadi)
Rasa cirengnya gurih. Dimakan tanpa sambal pun enak. Bagian luarnya garing sedangkan bagian dalamnya kenyal. Sambalnya? Top markotop! Dicocol sedikit aja, pedesnya nendang banget. Bikin ketagihan :)

Sambal pelengkapnya (Dok. Pribadi)
Rujak Cireng

Kemasan Rujak Cireng (Dok. Pribadi)
Harganya Rp 15.000 per bungkus. Satu bungkus berisi dua puluh buah cireng. Namanya juga rujak cireng, jadi dalam satu kemasan dilengkapi dengan bumbu rujak. Warna cirengnya putih bersih. Benar-benar menggoda.

Rujak Cireng  (Dok. Pribadi)
Setelah digoreng, tercium aroma harum. Ketika dicoba, teksturnya garing di luar tapi di dalamnya lembuuut sekali. Sayang ternyata rasanya tawar. Apabila dimakan tanpa bumbu rujak, rasanya kurang oke. Maka saya pun berharap banyak pada bumbu rujaknya. Tapi ternyata bumbunya tidak seperti yang saya harapkan. Rasanya kurang pedas dan cenderung manis. Ini sih soal selera saja. Untuk yang senang manis, mungkin akan suka. Tapi kalau saya pribadi sih kurang puas.

Bumbu rujaknya (Dok. Pribadi)
Cireng Kamsia

Kemasan Cireng Krauk (Dok. Pribadi)
Cireng ini terdiri dari dua tipe. Yang pertama Cireng Krauk yaitu cireng isi yang dibalut dengan tepung panir. Dengan label sebagai cireng premium, harganya memang termasuk wow. Rp 25.000 per bungkus. Satu bungkus berisi lima buah cireng serta dilengkapi dengan saus hot mayo. Dilihat dari kemasannya, cireng ini memang paling oke. Lengkap, mulai dari cara penyajian sampai tanggal kadaluarsanya.

Cireng Krauk Keju Bule (Dok. Pribadi)
Terdapat enam varian isi/rasa. Yang pedas ada baso granat, sosis rudal, dan ayam seuhah. Yang enggak pedas ada ayam negro dan keju bule. Lalu ada juga yang isinya kombinasi. Diantara semua itu, favorit saya dan keluarga ya rasa keju bule. Saat digigit, bagian luarnya terasa gurih kriuk-kriuk, sedangkan bagian dalamnya kenyal. Paling oke dimakan ketika hangat, supaya kejunya terasa meleleh di lidah. Semakin nikmat apabila dicocol dengan hot mayo. Hmmm yummy :D

Cireng Krauk keju bule dicocol hot mayo (Dok. Pribadi)
Tipe yang kedua yaitu Cireng Ngambang. Cirengnya sama-sama kriuk, tapi tanpa isi dan dimakan bersama kuah kaldu. Harganya Rp 15.000 per bungkus. Satu bungkus berisi empat buah cireng polos ditambah bumbu kuah kaldu sapi dan cabe bubuk.

Kemasan Cireng Ngambang (Dok. Pribadi)
Rasanya enggak kalah enak sama Cireng Krauk. Kuahnya yang gurih dan pedas mirip kuah mi instan memberikan sensasi berbeda dalam menikmati cireng. Makan satu bungkus, rasanya enggak cukup :p

Cireng Ngambang (Dok. Pribadi)
Nah, serunya beli Cireng Kamsia ini, kadang suka ada promonya. Biasanya beli tiga bungkus Cireng Krauk dapat satu bungkus Cireng Ngambang. Lumayan banget :D

Read more >>

Monday, August 11, 2014

Jav's First Day @ Playgroup

Akhirnya hari yang dinanti-nanti tiba juga. Hari pertama Jav masuk playgroup. Hore! Jadi kalau sekolah lain udah masuk sejak bulan Juli (bulan Ramadhan) kemarin, sekolahnya Jav baru masuk sekarang. Soalnya kata kepala sekolahnya, tanggung kalau baru masuk seminggu terus libur lagi (libur lebaran). Saya mah seneng banget. Jadi masih bisa leha-leha, hihihi….

Javnya sih, sejak beli tas sekolah, udah semangat ingin sekolah. Tiap saat bilang, "Jav mau sekolah abis lebaran." Hohoho…. Tapi pas waktunya, malah sayanya yang nervous. Bangun pagi, saya langsung mules, hidung juga meler. Waktu nganterin Jav jalan ke sekolah, rasanya deg-degan heuheu…. Padahal kan cuman playgroup yah, gimana kalau nganter Jav ke bandara buat kuliah di luar negeri :p

Dok. Pribadi
Alhamdulillah, sebelum masuk, Jav mau baris dulu. Tapi setelahnya, anteng main sendiri. Gurunya ngomong apa, Jav mah cuek aja hihihi…. Bahkan pas waktunya makan pun, Jav tetap asyik main. Dan, saat waktunya pulang, Jav enggak mau pulang. Kayanya besok udah bisa ditinggal sendiri nih :D
Read more >>

Monday, August 4, 2014

Happy Tummy @ Happy Cow Steak

Udah lama follow twitter-nya Happy Cow Steak, tapi belum kesampaian aja buat nyobain. Padahal tempatnya yang di Palasari, enggak terlalu jauh dari rumah. Ngiler banget sama steak premiumnya yang (katanya) murah meriah.

Beberapa waktu yang lalu, sebelum masuk Bulan Ramadhan, akhirnya saya dan suami kesampaian juga nyobain steak ini. Early dinner, supaya enggak kemaleman di jalan. Mungkin karena masih sore, tempatnya terkesan sepi. Ada sih beberapa pengunjung lain, sehingga selain saya dan suami, ada tiga-empat meja yang terisi.

Suasana di lantai 1 (Dok. Pribadi)
Dari luar, tempatnya terlihat tidak terlalu besar. Tempat parkirnya juga kecil. Tapi setelah masuk ke dalam, ternyata lumayan luas juga, terdiri dari dua lantai. Suasananya adem.  Kami memilih tempat duduk di dekat kolam supaya Javnya anteng. Untung enggak terlalu ramai, jadi Jav bisa bebas lari-lari antara meja dan kolam, tanpa mengganggu pengunjung lain.

Kolam di lantai 1 (Dok. Pribadi)
Niatnya sih ingin mencoba steak premium, tapi setelah pilihan menunya muncul di depan mata, kok malah jadi enggak tega sama isi dompet hihihi…. Akhirnya suami saya memesan Tenderloin Steak dan Soda Gembira, saya memesan Double Combo dan Jeruk Nipis Hangat, sedangkan untuk Jav kami memesan Mashed Potato.

Tenderloin Steak - Rp 38.000 (Dok. Pribadi)
Steak-nya lumayan enak. Bisa pilih yang 150 gr atau 200 gr. Pilihan sausnya ada barbeque, mushroom, blackpepper, dan jalapeno. Saya memilih saus blackpepper kesukaan saya. Enak juga, bisa bikin saya ngabisin sausnya sampai licin hihihi…. Sayang, di sini enggak bisa memilih side dish-nya. Udah default dikasih potato wedges yang untungnya lumayan enak juga. Bagian  luarnya kriuk-kriuk dan gurih.

Double Combo - Rp 39.000 (Dok. Pribadi)
Berhubung sedang lapar, maka pilihan saya untuk memesan Double Combo benar-benar pas. Dapat steak dan sausage sekaligus dengan harga yang tidak jauh berbeda tentu merupakan kepuasan tersendiri. Kapan-kapan kalau ke sini lagi, cobain Triple Combo Steak ah. Pasti lebih mantap, hohoho….

Mashed Potato - Rp 12.000 (Dok. Pribadi)
Inginnya sih pesan Fettuccine Carbonara untuk Jav, karena biasanya berhasil diandalkan untuk membuat Jav mau duduk manis di depan meja. Eh, yang diharapkan sedang kosong. Akhirnya kami mengganti pesanannya dengan Mashed Potato. Teksturnya lembut, tapiii sayang rasanya tawar. Susu dan kejunya enggak terasa. Jadi dianggurin deh Mashed Potato-nya sama Jav. Bagian ayah bundanya yang harus ngabisin.

Soda Gembira - Rp 10.000 (Dok. Pribadi)
Kalau Soda Gembira sih pasti rasanya standar yah. Nah, berhubung saat itu saya sedang flu, jadi pesanan yang paling nikmat ya Jeruk Nipis Hangat. Komposisi rasanya pas. Enggak terlalu asam, tapi enggak terlalu manis juga. Segar dan membuat tubuh terasa nyaman.

Jeruk Nipis Hangat - Rp 9.000 (Dok. Pribadi)
Lumayan nih, enggak harus ke daerah Riau atau ke daerah Bandung Utara kalau mau makan steak. Semoga lain kali kesampaian nyobain menu andalannya, Santori Beef Steak dan Es Buaya Darat.

~~~

Happy Cow Steak
Bandung:
Jl.Palasari 30 (0227304328)
Jl. Ir. H. Juanda 325 (02261468402)
Bogor:
Jl. Bangbarung 73 (02518371856)

Read more >>