Apr 16, 2014

Wishful Wednesday [49]

Hore! Udah hari Rabu lagi. Saatnya Wishful Wednesday. Kebetulan stok buku mulai menipis. Waktunya belanja buku lagi hihihi... Minggu ini saya lagi pengen dua buku ini. Hmmm... Sebenernya banyak sih, cuman udah masuk ke wish sebelumnya :D



Cinta.
by Bernard Batubara

Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku?
Ketika telah membuka hati, aku pun harus bersiap kehilangan lagi. Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja. Cinta. Tanpa ada yang lain setelahnya. Kita lihat ke mana arahnya bermuara.




Surat untuk Ruth
by Bernard Batubara

Ubud, 6 Oktober 2012
Ruth,
Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama?
Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan.
Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan?
Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth? Jika memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu.
Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.
- Areno


Belum pernah baca karyanya Bernard Batubara. Kayanya melow-melow gitu, tapi tetep penasaran :)

Apa Wishful Wednesday-mu minggu ini?
Read more >>

Apr 14, 2014

Unforgettable Journey: Yang Pertama

Once you have traveled, the voyage never ends, but is played out over and over again in the quietest chambers. The mind can never break off from the journey. (Pat Conroy)

Yup! Pengalaman paling menyenangkan untuk dikenang adalah sebuah perjalanan. Setiap perjalanan selalu pantas untuk diiingat dengan kisah suka dukanya masing-masing. Namun ada satu perjalanan yang paling tak terlupakan bagi saya, yaitu perjalanan ke Yogya untuk mengikuti "Just Write 2" yang diadakan oleh Diva Press pada bulan Juni tahun yang lalu. Bukan perjalanan dinas, perjalanan wisata, perjalanan religius, apalagi honeymoon, tapi pelatihan menulis.

Kenapa paling tak terlupakan? Karena perjalanan itu merupakan 'yang pertama'...

Pertama Kali Pergi Sendiri
Sudah tidak terhitung berapa kali saya pernah melakukan perjalanan ke luar kota bahkan ke luar pulau selama hidup saya, baik itu perjalanan bersama keluarga, teman, ataupun rekan kerja. Tapi... saya tidak pernah pergi sendiri. Iyah, 28 tahun dan saya belum pernah pergi ke luar kota sendiri!

Bayangkan, beberapa kali saya pernah mengabaikan wawancara kerja di Jakarta ketika masih berstatus fresh graduate zaman dahulu kala, hanya karena tidak berani pergi sendiri. Selain karena memang tidak pernah berniat untuk bekerja di Jakarta, juga karena malas apabila harus menanggung resiko tersasar di rimba Jakarta sana. Cupu banget yah hiks...

Sempat terlintas untuk menghubungi Aji (peserta pelatihan dari Jatinangor) supaya bisa pergi bersama dari Bandung menuju Yogya. Setelah mengintip profil Facebooknya, saya jadi enggak pede. Dia seorang mahasiswa yang masih muda (dan ganteng). Mana mau dia jalan bareng sama saya yang udah emak-emak begini, bisa-bisa dia turun pasaran hihihi...

Daripada ditolak, atau malah dia menerima tawaran saya dengan terpaksa, mending pergi sendiri aja deh. Toh, kini saya sudah lebih tua dewasa, udah berani pergi sendiri hohoho... Apalagi udah terjamin juga kalau saya bakal dijemput sama panitia ketika sampai di Yogya sana :)

Pertama Kali Pergi Sendiri Menggunakan Kereta
Sebelumnya, kereta bukanlah moda transportasi favorit saya. Apalagi untuk perjalanan jauh seperti Bandung-Yogya. Pasti membosankan. Tapi enggak mungkin juga saya minta dibeliin tiket pesawat sama suami. Dikasih izin untuk pergi enam hari aja, saya udah bersyukur banget :p

Saya pernah pergi ke Surabaya menggunakan kereta. Hasilnya? Mati gaya. Padahal ketika itu saya pergi bersama rekan kerja saya. Apalagi kalau pergi sendiri...

Namun ternyata saya keliru. Perjalanan menggunakan kereta itu asyik banget. Dan lebih asyik lagi kalau sendiri. Loh? Iya. Saya bisa dengan khusyuk menulis draft tulisan untuk blog, membaca buku, mendengarkan musik sambil melihat pemandangan, tidur, sampai hanya melamun. Tanpa ada yang mengganggu. Asyik banget kan. Waktu delapan jam bener-bener enggak terasa :)

Dan, saya baru tahu setelah melewati lebih dari setengah perjalanan bahwa ternyata saya dan Aji menggunakan kereta yang sama, hanya berbeda gerbong. Setelah sampai di Stasiun Tugu dan ngobrol sama Aji, terungkaplah bahwa sebenarnya dia pernah menghubungi saya lewat Facebook. Tapi saya enggak ngeuh karena enggak ada notifikasinya huhuhu... "Jangan-jangan Mba Lia enggak mau pergi bareng sama ABG kaya saya," begitu pikirnya ketika saya enggak merespon pesannya hihihi...

Pertama Kali Pergi Meninggalkan Anak
Hmmm... Ini yang membuat perjalanan saya terasa berat. Selama dua setengah tahun, saya dan Jav adalah satu paket. Di mana ada saya di situ pasti ada Jav. Namanya juga ibu rumah tangga tanpa ART, ke mana-mana pasti bawa anak, soalnya enggak ada yang bisa dititipin.

Saat mengetahui bahwa saya lulus seleksi sebagai peserta pelatihan ini, bukan hanya senang yang saya rasakan, tapi juga bingung, sedih, galau, dan sebagainya. Jav sama siapa? Lalu setelah masalah Jav sama siapa terpecahkan, bukan berarti saya bisa tenang. Bagaimana mungkin saya pergi sendiri dan meninggalkan Jav? Enam hari pula :(

Tapi, untunglah semuanya baik-baik saja. Jav sempat beberapa kali menanyakan saya, tapi tidak sampai menangis. Justru saya yang menangis, saat satu jam pertama di kereta :D

Pertama Kali Mengikuti Pelatihan Menulis Fiksi
Sebagai (mantan) peneliti, saya sudah beberapa kali mengikuti pelatihan menulis. Tapi bukan menulis fiksi, melainkan menulis artikel ilmiah :p

Terpilih sebagai 30 peserta dari 900 pendaftar dalam seleksi pelatihan ini, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Apalagi bisa bertemu langsung dengan Pak Edi (bosnya Diva Press), mendapatkan motivasi menulis dari Tere Liye (penulis favorit saya), berkenalan sama teman-teman editor, dan berbagi pengalaman dengan teman-teman penulis. Kesempatan ini meningkatkan kepercayaan diri saya agar tidak pernah patah semangat untuk selalu mengasah kemampuan menulis.



Pertama Kali Mencoba Lava Tour Merapi
Ini memang bukan perjalanan wisata, namun Lava Tour Merapi ini adalah bonus sebagai bagian dari acara pelatihan. Saya berharap acara wisata ini dilaksanakan di hari terakhir pelatihan, sehingga saya bisa pulang lebih dulu dan kembali ke Bandung lebih cepat. Apa serunya coba, melihat daerah sisa bencana yang tertutupi abu? Tapi tidak, acara wisata tersebut dilaksanakan di hari kedua pelatihan dan wajib diikuti oleh semua peserta.

Lagi-lagi saya salah. Mengikuti lava tour ini seru sekali, memberikan pengalaman yang membuat perasaan saya campur aduk. Di satu sisi, nyesss banget rasanya melihat pemandangan yang indah di sekitar Merapi. Tapi di sisi lain, lebih nyesss lagi melihat desa-desa dan pemukiman yang sudah tak bersisa :(

Lalu sebagai penutup, adrenalin saya pun dipacu dengan pengalaman offroad yang gokil. Semenjak mempunyai anak, jangankan offroad, nonton film di bioskop saja belum pernah lagi. Makanya, offroad ini membuat seluruh jiwa dan raga saya menjadi segar kembali.



So, perjalanan serba pertama ini benar-benar pengalaman yang tak akan terlupakan. Karena setelah perjalanan ini, saya lebih pede pergi sendiri. Saya juga tidak ragu lagi meminta izin pada suami untuk sesekali pergi menikmati me time dan menitipkan Jav padanya. Serta yang paling penting, saya juga mulai berani bermimpi untuk menulis sebuah novel :)

~~~

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Unforgettable Journey Momtraveler’s Tale.

Read more >>

Apr 6, 2014

Temukan Pasien TB: 7 Fakta Tentang TB

Fakta 1:
Tanggal 24 Maret merupakan Hari TB (Tuberkulosis) sedunia.

Yup! Pada tanggal tersebut di tahun 1882, Dr. Robert Koch mengumumkan bahwa dia telah menemukan sumber penyakit TB. Penyakit TB memang bukan penyakit baru. Para ilmuwan telah menemukan bukti pada mumi yang menunjukkan adanya penyakit TB dan menyebabkan meninggalnya seorang wanita yang hidup 600 tahun sebelum Masehi. Wow udah lama banget ya! Walaupun begitu, saya sendiri baru beberapa tahun terakhir ini mengetahui lebih dalam tentang penyakit TB.

Ketika itu, Alya (bukan nama sebenarnya), 25 tahun, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun. Dia mengalami demam dan batuk. Karena gejalanya tidak seperti batuk biasa, maka keluarganya segera membawa Alya ke dokter. Setelah diperiksa, dokter menyebutkan bahwa dia merupakan tersangka (suspek) pasien TB Paru. Dokter menyarankannya untuk mengunjungi dokter spesialis paru di RS Paru Rotinsulu. 

Fakta 2:
TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

TB yang menyerang paru disebut TB Paru. Penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut. Namun, TB ternyata tidak hanya dapat menyerang paru, TB juga bisa menyerang organ tubuh lain seperti otak, kulit, kelenjar, atau tulang, yang disebut dengan TB Ekstra Paru.

Mycobacterium tuberculosis (Sumber dari sini)
Tentu saja Alya merasa sangat terkejut mendengar pernyataan dokter tersebut. Beberapa waktu belakangan ini, berat badannya memang menurun. Dia mengira hal itu disebabkan karena kawat gigi yang baru dipasangnya. Namun dia sadar, bahwa gejala penyakitnya memang mirip dengan gejala penyakit TB Paru.

Fakta 3:
Gejala utama penyakit TB Paru adalah batuk berdahak (kadang disertai dengan darah) selama lebih dari 2 minggu.

Selain itu, dapat juga diikuti dengan gejala tambahan seperti:
  • Demam meriang selama lebih dari 1 bulan
  • Berkeringat dingin meskipun tidak melakukan aktivitas
  • Sesak napas
  • Lemas
  • Tidak nafsu makan
  • Berat badan menurun
Gejala TB (Sumber dari sini, sini, sini, sini, sini, sini, dan sini)
Menyadari mempunyai gejala yang sama dengan gejala penyakit TB Paru, Alya pun mengikuti saran dokter untuk memeriksakan diri ke RS Paru Rotinsulu. Selain melakukan pemeriksaan fisik, dia juga harus melakukan beberapa tes sebagai bahan diagnosis penyakit TB Paru.

Fakta 4:
Diagnosis utama TB Paru dilakukan melalui pemeriksaan dahak mikroskopis.

Pemeriksaan dahak mikroskopis dilakukan pada 3 spesimen dahak yaitu sewaktu-pagi-sewaktu (SPS).
  • S (sewaktu): dahak dikumpulkan pada waktu suspek TB datang berkunjung pertama kali
  • P (pagi): dahak dikumpulkan pada pagi hari kedua, segera setelah bangun tidur
  • S (sewaktu): dahak dikumpulkan pada hari kedua, saat menyerahkan dahak pagi
Foto toraks, biakan, dan uji kepekaan dapat digunakan sebagai penunjang diagnosis.
Alur diagnosis TB (Sumber: KMK No. 364 tentang Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis)
Hasil tes menunjukkan bahwa ternyata Alya positif mengidap TB Paru. Meskipun pemeriksaan dahak mikroskopis menunjukkan hasil BTA negatif, namun foto toraks menunjukkan bahwa terdapat bercak putih pada paru Alya.

Bukan hanya Alya yang merasa shock, keluarganya pun merasa terpukul. Selama ini mereka tidak pernah mendengar ada saudara atau teman yang pernah mengalami sakit TB. Yang mereka tahu selama ini, TB hanya penyakit yang biasa dialami oleh masyarakat golongan bawah, dengan gizi buruk dan lingkungan yang tidak sehat. Sedangkan Alya, dia tinggal di rumah orang tuanya di sebuah kompleks perumahan. Lingkungannya sehat dan makanannya pun bergizi.

Fakta 5:
TB menular melalui udara. Bisa menginfeksi siapa saja, tidak mengenal jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, profesi, atau status ekonomi.

Sumber penularan TB berasal dari pasien TB BTA positif. Ketika batuk, bersin, atau berbicara, pasien menyebarkan kuman ke udara melalui percikan dahak. Dahak tersebut dapat bertahan selama beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab.

Media penularan TB (Sumber dari sini, sini, sini, sini, dan sini)
Melihat cara penularan TB, memang memungkinkan bagi siapa saja untuk dapat tertular TB. Apalagi Alya yang memang sering berhubungan dengan banyak orang. Mungkin saja dia terinfeksi ketika sedang menaiki angkutan umum, atau mungkin ketika dia sedang survei ke pemukiman kumuh, atau mungkin juga ketika dia sedang belanja di pasar. Sulit untuk menemukan siapa yang menularkan TB pada Alya.

Fakta 6:
Hanya 10% orang yang terinfeksi TB (TB Laten), kemudian menjadi sakit TB (TB Aktif).

Uji tuberkulin (Mantoux) merupakan suatu cara untuk mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi TB atau belum. Tidak semua orang yang terinfeksi TB (TB Laten) bisa menjadi sakit TB (TB Aktif). Pada tahun 2011, diketahui bahwa 80% masyarakat Indonesia sudah terpapar kuman TB. Namun kuman tersebut tidur (dormant) di dalam tubuh dan baru aktif ketika daya tahan tubuh orang tersebut sedang lemah. Jadi bisa saja Alya terinfeksi kuman TB satu minggu sebelumnya, satu bulan sebelumnya, atau bahkan satu tahun sebelumnya. Hanya Tuhan yang tau :)

Fakta 7:
TB bisa disembuhkan.

Untungnya, meskipun mematikan, selama pasien TB berobat secara teratur hingga tuntas, maka pasien tersebut bisa sembuh. Demi kesembuhannya, Alya mengkonsumsi obat secara teratur sesuai dengan resep dokter, serta secara rutin memeriksakan perkembangan kesehatannya. Tidak penting lagi mencari tahu dari mana sumber penularannya. Akhirnya Alya pun dinyatakan sembuh enam bulan kemudian.

So, kesimpulannya, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi penyebaran TB?
  1. Waspada terhadap gejala-gejala TB. Apabila menemukan gejala TB baik pada diri sendiri atau pun pada orang lain, segera periksakan ke dokter, agar bisa segera diobati.
  2. Kita tidak bisa menghindar dari paparan kuman TB. Untuk itu, kita harus selalu menjaga daya tahan tubuh untuk menghindari meningkatnya TB Laten menjadi TB Aktif.
~~~

Referensi:
~~~

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition: Temukan dan Sembuhkan Pasien TB 
(Serial 1: Temukan Pasien TB)





Read more >>

Apr 3, 2014

Jav 3 Tahun 3 Bulan

Dok. Pribadi

  • Udah bisa sikat gigi pakai pasta gigi...
  • Setiap pintu depan dibuka, langsung ngambil sepedanya terus main sepeda di luar :D
  • Pengetahuan main ngemudiin mobilnya makin banyak
Read more >>

Apr 2, 2014

Wishful Wednesday [48]

Udah hari Rabu lagi yah hihi... Saatnya Wishful Wednesday! :D Minggu ini saya sedang ingin buku ini.


Amore: Three Days to Remember
by Christina Juzwar

Beberapa minggu yang lalu, saya request Wanderlove dan buku ini ke GPU. Wanderlovenya sih dikasih, tapi buku yang ini diganti dengan buku lain. Lagi enggak ada stok kali yah. Semoga kali ini kesampaian.

Apa Wishful Wednesday-mu minggu ini?


Read more >>

Apr 1, 2014

Penunggu Rumah

Selamat pagi semua...! Alhamdulillah akhirnya bisa blogging lagi. Ada yang ngerasa kehilangan enggak? Enggak ada yah hihihi...

Ada yang udah baca Amelia-nya Tere Liye belum? Kalau belum, baca deh. Soalnya Amelia dan Serial Anak-Anak Mamak lainnya ini keren banget. Bercerita tentang sebuah keluarga sederhana yang tinggal di sebuah perkampungan di tengah hutan di lembah Bukit Barisan.

Amelia ini anak bungsu di keluarga Mamak. Sebagai anak bungsu, pasti paling disayang dong ya. Sayangnya, Amel justru resah menghadapi masa depan karena sebuah tradisi di kampungnya. Dalam tradisi tersebut, Amel, sebagai anak bungsu tetap tinggal di rumah merawat orang tua, meskipun sudah berkeluarga. Penunggu rumah. Padahal Amel ingin sekolah yang jauh, melihat dunia.
"Amel tidak harus menunggu rumah, kan, Pak?"Bapak diam sejenak, membuatku jadi cemas menunggu jawabannya."Wawak kau benar, kau boleh tinggal di mana pun, Amel. Boleh menjadi apa pun saat kau besar nanti. Tidak ada yang akan menghalangi anak bungsu Bapak." Bapak tersenyum, akhirnya menjawab."Tapi, Amel, kalau kau kelak bersedia tinggal bersama kami yang semakin tua, menemani Bapak dan Mamak di kampung, tentu itu juga amat menyenangkan, Amel." Bapak menatapku lembut meneruskan kalimatnya.
(Amelia - Tere Liye, halaman 201)
Untuk kasus keluarga saya, saya lah yang kini menjadi penunggu rumah. Saya memang bukan anak bungsu. Kebetulan saja base pekerjaan suami saya di Bandung, meskipun tiap minggu harus pergi ke luar kota. Sedangkan adik saya, si bungsu, harus mengikuti suaminya bekerja keliling Jawa Barat.

Makanya beberapa bulan setelah menikah, sebelum saya sempat mencari rumah kontrakan, orang tua saya langsung membangun rumah untuk keluarga kecil saya, tidak jauh dari rumah mereka. Alasannya, karena katanya sejak kecil saya tidak pernah menyusahkan. Namun saya yakin, mereka hanya ingin dekat dengan salah satu putrinya, agar dapat menjaga dan merawat saat mereka sudah tua nanti. Meskipun tidak tinggal di rumah yang sama, tapi prinsipnya mirip lah ya dengan penunggu rumahnya Amelia.

Tapi lihatlah sekarang. Sebagai penunggu rumah, justru saya lah yang sering merepotkan mereka. Selama ini,  fungsi saya sebagai penunggu rumah hanya sekedar menyediakan makan untuk ayah saya setiap ibu saya pergi dinas ke luar kota. Di luar itu, alhamdulillah mereka adalah orang tua yang sehat dan mandiri.

Sedangkan saya, sering sekali merepotkan mereka. Saya sering sakit-sakitan. Dan sakitnya biasanya ketika suami sedang tidak ada. Sudah jelas, akhirnya mereka yang paling repot. Bukan hanya mengantar saya ke dokter, tapi juga mengasuh Jav di antara kesibukan mereka :(

Seperti kejadian baru-baru ini. Meskipun merasa lega karena penyebab sesak napas saya sudah diketahui, tapi proses panjang mengunjungi empat rumah sakit dan menemui empat dokter harus melibatkan orang tua saya. Saya merasa menjadi penunggu rumah yang merepotkan :(

Semoga setelah ini, saya bisa selalu menjaga kesehatan. Semoga orang tua saya selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Serta semoga, saya bisa membalas kasih sayang mereka yang begitu besar dan tidak pernah lekang oleh waktu.

Dok. Pribadi
Read more >>

Mar 22, 2014

Kerudung Merah Jambu @ Dino dan Kantin Kejujuran

Saat hendak tidur, Raka tiba-tiba teringat pada kerudung merah jambu yang dijual di salah satu kios di pasar. Setiap Raka menemani ibunya belanja ke pasar, mereka pasti melewati kios penjual kerudung itu. Ibu belum sanggup membelinya, dia hanya akan menatap kerudung merah jambu itu dari kejauhan.

Bayangan Raka lalu beralih dari kerudung merah jambu itu pada selembar uang Rp 50.000 milik Tante Gina. Tante Gina oranf yang sayang kaya, uang Rp 50.000 tentu tidak seberapa baginya. Raka mulai tergoda untuk tetap menyimpan uang itu agar dapat membelikan kerudung merah jambu untuk Ibu.

~~~

Bagaimana akhir kisah Raka tadi? Yuk beli bukunya dan baca kelanjutan cerita anak karya saya ini :)



Detail Buku:
Judul: Dino dan Kantin Kejujuran (Kumpulan Cerita Anak)
Penulis: Ririn Rahayu Astuti Ningrum, dkk
Tahun Terbit: Februari 2014
Tebal Buku: 216 hlm
Harga Buku: Rp 48.000,-

Blurb:
Buku ini menghimpun 30 cerita anak (cernak) yang sangat bagus sebagai bacaan anak. Di dalamnya mengandung banyak pesan-pesan moral yang bisa menjadi bekal bagi anak dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari. Tentang kejujuran, kesetiaan, persahabatan, kasih sayang ibu, semangat meraih cita-cita, dan pesan-pesan moral penting lainnya.
Read more >>

Mar 20, 2014

Review Buku: Menanti Cinta


Dok. Pribadi
Detail Buku
Judul: Menanti Cinta
Penulis: Adam Aksara
Penyunting: Ihwan Hariyanto
Penata Letak: Ihwan Hariyanto
Desainer Sampul: Candra AW
Penerbit: Mozaik Indie Publisher
Cetakan: Pertama, Februari 2014
Tebal: 236 halaman
ISBN: 978-602-14972-3-4
Harga: Rp 37.500 Gratis :D

Dibaca
18 Maret 2014

Review
Sebelum masuk ke review isi bukunya, izinkan saya untuk membahas penerbitnya dulu yah *kedip-kedipin mata*. Sebenernya, udah lama saya ingin menulis ini (sejak buku My Wedding Story terbit dan sampai di tangan saya), tapi baru kesampaian sekarang hihihi...

Menurut saya yang masih awam dalam dunia buku dan penerbitan, di antara para penerbit indie, penerbit ini terlihat paling profesional. Penampakan buku-buku terbitan Mozaik Indie Publisher berbeda dengan penampakan buku-buku terbitan penerbit indie lainnya. Bisa dilihat dari pemilihan kertas, layout, dan cover buku, bahwa penerbit ini selalu berusaha membuat buku yang kualitasnya tidak kalah dengan penerbit mayor. Lihat saja cover buku Menanti Cinta yang manis ini, serta layoutnya yang rapi. So, kesimpulannya saya mengacungkan jempol untuk penerbit ini dalam mengemas buku-bukunya. Abaikan kertas yang lepas, karena itu adalah kesalahan teknis dan penerbit pun bersedia memberikan beberapa pilihan kompensasi :)

Sekarang, lanjut review isi bukunya yah. Setelah melihat cover buku dan membaca blurb di belakangnya, saya merasa bahwa cerita dalam buku ini pasti menarik. Dan ternyata memang benar.

Cerita ini diawali dengan tokoh 'aku' - seorang penulis lepas yang menerima sebuah surat permintaan untuk membuat buku biografi tentang Joko Alex Sudono. Setelah membuktikan bahwa cek yang diterimanya bukanlah cek palsu, maka 'aku' mulai mengumpulkan informasi tentang Alex. Lalu kisah cinta dua puluh tahun yang lalu pun dimulai.

Alex adalah seorang ahli kimia. Dia sudah memimpin beberapa ahli kimia di pabrik perusahaannya dan menemukan lebih dari seratus produk baru pada usia 15 tahun. Dia juga sudah mendapatkan gelar profesor pada usia 20 tahun. Pada umur 28 tahun, Alex akhirnya meninggalkan posisi kepala penelitian pabrik dan menerima tawaran untuk menjadi dosen kimia di sebuah universitas. Di sanalah dia bertemu dan jatuh cinta pada Claire. Namun Alex hanya bisa mencintainya secara diam-diam. Ini karena beberapa tahun setelah kelahirannya, Alex terkena polio sehingga membuat kakinya lumpuh untuk selamanya serta membuat dirinya merasa tidak pantas untuk dicintai.
Alex merasakan hidupnya lebih berarti saat dapat melihat senyum bahagia di bibir Claire. Semua itu memberikan sebuah desir hangat dan detak baru yang terasa menyenangkan bagi kehidupannya. Membuatnya merasa bahagia lebih dari apa pun juga. (halaman 61)
Claire adalah seorang mahasiswi keperawatan yang beruntung bisa melanjutkan pendidikan di universitas karena mendapatkan beasiswa. Hidupnya penuh dengan penderitaan. Dia harus bekerja untuk membiayai ibunya yang mantan pelacur dan suka mabuk serta sudah berkali-kali berusaha menjualnya, juga ayah tirinya yang sudah berkali-kali mencoba menidurinya, serta adik tirinya yang sangat dia sayangi. Ketika Alex muncul dan memberikan begitu banyak bantuan, Claire pun tidak berani berharap lebih.
Alex adalah bagian dari detak jantungnya dan hidupnya sendiri. Ia tidak percaya jika Alex akan mencintainya. Ia merasa sama sekali tidak pantas untuk dicintai siapapun juga. (halaman 142)
Alex dan Claire akhirnya tinggal bersama - sebagai pemilik rumah dan pelayan, namun kedekatan di antara mereka tidak berujung pada apa pun dan justru semakin menyakiti hati mereka masing-masing.
Alex tahu, demi kebaikan Claire, sebaiknya dia membebaskan Claire untuk memilih pasangan hidup yang lebih baik. Setidaknya, pasangan yang memiliki kaki yang normal dan tidak akan mempermalukan Claire saat jalan bersamanya. (halaman 155)
Akankan Alex dan Claire berani mengungkapkan isi hati mereka? Dapatkah mereka benar-benar bersatu dan hidup bahagia selamanya? Baca aja bukunya :)

Premis cerita ini memang sederhana dan cenderung biasa. Tentang sepasang manusia yang berusaha untuk mendapatkan cinta. Walaupun begitu, cara Alex mencintai Claire sangatlah tidak biasa. Meskipun menurut Alex, cara yang dia lakukan adalah cara-cara kotor. Tapi menurut saya, usaha yang dilakukan Alex untuk mengusir penderitaan yang dialami Claire sangatlah manis. Bukannya saya menganggap kolusi itu perbuatan yang benar. Tapi Alex tidak mendzhalimi orang yang baik, namun orang-orang yang memang pantas diberi pelajaran. Meskipun saya akui, memang terlihat berlebihan juga sih. Heuheu...

Dari segi penokohan, menurut saya karakter masing-masing tokohnya cukup kuat. Gaya bahasanya pun sangat nyaman dibaca. Alurnya juga cukup mudah dipahami. Hanya saja saya agak terganggu dengan cara penulisan bab untuk penceritaan dari sisi Alex seperti Bab 5.1, Bab 6.1, dan seterusnya. Rasanya terlalu formal dan serasa membaca makalah :D

Untuk endingnya, saya merasa cukup sampai pada epilog saja di halaman 209. Bukannya saya tidak suka ending yang menyedihkan, hanya kurang suka saja dengan perbuatan Claire yang seperti itu.

Quote Favorit
Saat kamu pernah dicintai begitu dalam oleh seseorang, kamu tidak akan pernah dapat melupakannya seumur hidupmu. (Claire, halaman 204)
Rating
Saya memberikan tiga dari lima bintang untuk novel ini.

~~~

Bagi yang berminat membeli silakan kunjungi Mozaik Indie Publisher.

Read more >>

Mar 19, 2014

Wordless Wednesday: Writing


Creative Writing by A.S. Laksana
Pedoman EYD
This Notebook is My Bitch + pen
Smartphone

Read more >>

Wishful Wednesday [47]

Hari Rabu kali ini saya masih ingin baca yang ringan-ringan ah... Kayanya buku-buku ini asyik...

Yummy Tummy Marriage
by Nurilla Iryani

Memoir of a So-Called Mom 
Poppy D. Chusfani

Apa Wishful Wednesday-mu minggu ini?



Read more >>