![]() |
| Sumber |
Hujan deras. Aku segera berlindung di bawah atap toko yang berjejer di pinggir jalan. Bagi sebagian orang, hujan berarti rezeki, tapi tidak bagiku. Bagaimana mungkin koranku dapat habis terjual saat hujan deras seperti ini. Ya Tuhan. Lagi-lagi aku tidak dapat memenuhi janjiku pada Lila untuk membelikannya seragam sekolah.
Pandanganku mengarah pada seorang wanita yang sedang berteduh tidak jauh dari tempatku berdiri. Pakaiannya rapi, wanginya harum, dan perhiasannya banyak. Dia sedang menelepon seseorang. Tiba-tiba sebuah ide melintas di dalam pikiranku.
Semuanya terjadi begitu cepat. Dengan gerakan tidak terduga, aku merebut ponsel wanita itu dan segera berlari. Wanita itu berteriak, membuat semua orang yang sedang berteduh mengejarku. Aku mempercepat lariku, menembus hujan dan menyeberang jalan tanpa memperhatikan bahwa sebuah mobil sedang mengebut ke arahku. Brak!
.....
"Bang! Bang!" wanita itu memanggilku.
Aku segera tersadar dari lamunanku. Ya Tuhan. Apa yang barusan kupikirkan?
"Beli korannya, semua ya." katanya sambil mengangsurkan selembar uang seratus ribu padaku.
"Semua?" tanyaku ragu sambil menerima uangnya.
"Iya, buat penutup kepala, saya enggak bawa payung." jawabnya.
"Tapi saya enggak punya uang kembalian." kataku sambil menyerahkan semua koranku.
"Ambil aja kembaliannya. Saya buru-buru!" katanya sambil meninggalkanku.
Ya Tuhan. Terima kasih atas rezeki darimu yang tidak terduga ini.
~~~~~
197/200 kata
Yuk, ikutan QUIZ MONDAY FLASHFICTION #3 - On The Street





.jpg)













