Wednesday, October 29, 2014

Monday, October 27, 2014

Berbagi Rezeki dari Ngeblog

Alhamdulillah, beberapa kali saya sudah pernah mencicipi rezeki dari ngeblog. Mulai dari pulsa sampai ponselnya, mulai dari buku sampai cincin berlian. Mulai dari wadah makan sampai wisata kuliner ke Makassar. Tapi… semuanya saya sendiri yang menikmati :(

Makanya, bagi saya, pengalaman ngeblog yang paling berkesan itu ketika mendapat rezeki berupa voucher belanja. Sejak berhenti bekerja tahun 2011, saya tidak bisa lagi membelikan sesuatu untuk suami. Kalaupun saya memberikan kejutan untuk suami, uangnya ya dari dia juga, hihihi….

Dok. Pribadi

Berkat voucher belanja tersebut, saya bisa mengajak suami untuk jalan-jalan, dan mentraktir dia belanja kebutuhan pribadinya. Jumlahnya memang tidak seberapa, tapi rasanya puas sekali bisa berbagi manfaat ngeblog dengan suami tercinta.

Semoga rezeki dari ngeblog bisa terus mengalir sehingga hasilnya bisa dirasakan bukan hanya oleh saya, tetapi juga oleh orang-orang di sekitar saya. Tentunya melalui artikel yang isinya bermanfaat bagi para pembaca blog ;)

Selamat Hari Blogger Nasional!

Read more >>

Thursday, October 23, 2014

Ice Excavation: Menyelamatkan Hewan Laut

Senang sekali deh. Di antara semua permainan yang pernah saya sediakan untuk Jav selama ini, permainan ini nih yang paling seru dan menarik bagi Jav. Kelihatan sekali Jav sangat menikmatinya (selain mobil-mobilan tentunya). Bahan-bahannya, seperti biasa disesuaikan dengan yang ada di rumah.

(Dok. Pribadi)
Bahan:
  • Mainan plastik berbentuk hewan laut
  • Air
  • Wadah berbentuk balok untuk membekukan es
  • Wadah yang lebih lebar untuk mencairkan es
  • Garam
  • Air hangat
  • Ember kecil, botol semprot, garpu, sendok sayur, corong, obeng, tang, dan gergaji mainan

Cara Bermain:
  • Bekukan air dan mainan di dalam wadah. Inginnya sih menggunakan wadah yang besar supaya lebih seru, tapi freezer-nya enggak cukup :p
  • Setelah beku, keluarkan dari wadah. Saya membekukannya selama dua hari, karena membuatnya bertahap lapis per lapis supaya mainannya enggak berkumpul di satu tempat.
  • Permainan siap dimulai.

Bahan-bahannya (Dok. Pribadi)
Pertama, saya ajak Jav untuk merasakan suhu dan tekstur es. Anak mana sih yang enggak suka main-main sama es? Daripada menghabiskan stok es balok di freezer, mending main ini sekalian ;) Jav pun memperhatikan es tersebut dan hewan-hewan laut yang terjebak di dalamnya. "Kasihan ikannya kedinginan," kata Jav. "Kita keluarin, yuk!" ajak saya. "Yuk!" jawab Jav dengan penuh semangat. Pada pelaksanaannya sih dia sendiri yang sibuk dengan esnya, saya mah sibuk sama kamera :p

Saya beri tau Jav bahwa garam bisa membuat es mencair lebih cepat. Jav pun mulai menaburkan garam di seluruh permukaan es. Tekstur es pun langsung berubah. Saya ajak Jav untuk merasakan lagi tekstur es tersebut. Selain teksturnya yang berubah menjadi kasar, penampakannya pun terlihat lebih cantik, artistik :)

Shake shake shake! (Dok. Pribadi)
Kemudian saya ajak Jav untuk menyemprotkan air hangat agar esnya mencair lebih cepat lagi. Jav pun dengan telaten memasukkan air hangat ke dalam botol semprot menggunakan sendok sayur dan corong. Supaya mirip air laut, saya tambahkan pewarna biru dalam air hangatnya. Dan memang benar, setelah beberapa lama Jav menyemprotkan air hangat ke arah penguin, es yang mengelilinginya pun langsung mencair. Hore! Begitu terus, Jav mengeluarkan hewan-hewan laut satu per satu dari jebakan es.

Biarkan air hangat yang bekerja (Dok. Pribadi)
Di sela-sela keseriusan Jav menyemprot dengan air hangat, saya mengusulkan pada Jav untuk mencoba juga menggunakan cara lain. Jav pun mencoba menghancurkan es dengan jari-jarinya, susah. Mencongkel dengan garpu dan obeng, gagal. Menarik dengan tang, enggak berhasil. Memotong dengan gergaji, percuma. Ya iyalah, semuanya mainan dari plastik, hihihi.... Akhirnya dia menemukan bahwa cara paling mudah dan cepat untuk menghancurkan es yaitu dengan air hangat.

Coba-coba…. (Dok. Pribadi)
Beberapa kali jari-jari Jav terasa pegal karena terlalu bersemangat menyemprot air. "Ya udah, siram aja esnya dengan air hangat pakai sendok," ucap saya, merasa kasihan. Jav pun menuruti perkataan saya. Tetapi, karena sasaran menyiram  tidak setepat menyemprot, setelah pegalnya hilang, Jav pun kembali mencairkan es dengan cara menyemprotnya menggunakan air hangat.

Lumayan lama juga nih main-main beginian, sekitar satu setengah jam. Sampai-sampai jari-jari Jav keriput semua :D Padahal Jav menggunakan semprotan, sedangkan dari artikel yang saya baca malah memakai pipet dan suntikan. Wuih pasti lebih lama lagi serunya kalau mencairkan es dengan air hangat melalui pipet dan suntikan :D

Hasil 'kerja keras' :) (Dok. Pribadi)
Manfaat:
  • Mengenal sifat zat cair: membeku dan mencair
  • Melatih kemampuan sensoris: mengenal suhu (dingin dan hangat), mengenal tekstur (licin dan kasar)
  • Mengenal nama dan jenis hewan laut
  • Melatih keterampilan motorik halus: menaburkan garam, memindahkan air dari ember ke dalam botol, menggunakan botol semprot
  • Melatih kemampuan memecahkan masalah: memilih alat yang paling efektif untuk melepaskan mainan dari es
  • Melatih kesabaran

Lain kali mau mengajak Jav main yang seperti ini lagi ah. Mainannya dicoba diganti dengan dinosaurus…. Serasa film Ice Age deh ;)

Referensi:

Read more >>

Monday, October 20, 2014

Menikmati Suasana Jogja di Bakmi Jogja Bengawan

Sepulang dari acara launching Insan Music Store  kemarin, saya masih kepingin ngemil yang seger-seger. Sepertinya enak nih kalau makan bakso. Pilihan pun jatuh pada Cuanki Serayu. Tapi saya harus kecewa karena ketika tiba di lokasi, pengunjungnya sedang ramai sekali. Bahkan ada beberapa rombongan yang masih berdiri karena belum mendapat tempat duduk. Akhirnya suami memutuskan untuk pindah lokasi ke Bakmi Jogja Bengawan yang masih berada di sekitar situ.

Bakmi Jogja Bengawan (Dok. Pribadi)
Bakmi Jogja Bengawan ini tempat makan langganan saya dan teman-teman ketika masih kerja dulu. Terakhir ke sana sama suami waktu lokasinya masih di Jl. Bengawan (makanya namanya Bakmi Jogja Bengawan).

Dapur (Dok. Pribadi)
Walaupun pindah lokasi, tapi enggak ada yang berubah kok (kecuali porsi yang berkurang dan harga yang bertambah :p). Suasananya masih sama. Dapur berada di bagian depan, sedangkan tempat makannya di bagian belakang (ada yang indoor dan ada yang outdoor).

Suasana tempat makan indoor (Dok. Pribadi)
Begitu juga dengan rasa makanannya. Saya memesan Bakmi Nyemek (bakmi yang ada kuahnya sedikit), sedangkan suami memesan Nasi Goreng Mawut (nasi dan mi yang digoreng bersama). Dua-duanya enak. Tapi favorit saya dari dulu sih Nasi Goreng Mawut.

Bakmi Nyemek Rp 22.000 (Dok. Pribadi)
Nasi gorengnya bisa pilih yang tidak pedas, sedang, dan pedas. Kalau bakmi sih polos. Kalau ingin pedas, tinggal potong-potong cabai rawit yang sudah tersedia di setiap meja. Wuih segar. Apalagi ditambah acar. Suami biasanya bisa ngabisin satu stoples acar hihihi….

Nasi Goreng Mawut Rp 22.000 (Dok. Pribadi)

Minumnya, yang paling cocok dan paling nikmat ya Teh Poci Gula Batu. Porsinya cukup banyak. Walaupun hanya diberi dua cangkir, tapi tehnya cukup untuk tiga orang berkali-kali nambah (untuk Jav minta satu tambahan satu cangkir lagi, Rp 2.500). Diminum panas-panas, hmmm nikmat….

Teh Poci Gula Batu Rp 13.500 (Dok. Pribadi)
Satu lagi yang menjadi favorit kami di sini yaitu pisang goreng. Dulu sering bungkus pisang goreng ini untuk dibawa ke rumah. Pisangnya manis, dicocol gula palem, semakin enak. 

Pisang Goreng @ Rp 5.000 (Dok. Pribadi)
Makan di sini terasa banget suasana Jogjanya. Bukan hanya dari makanannya, tapi juga dari musik Jawa yang mengalun dari pengeras suara, kostum Jawa lengkap dengan blangkon yang dikenakan para pegawainya, serta papan yang menunjukkan kasir, toilet, mushala, dan lain-lain yang menggunakan huruf Jawa. Bahkan bahasa yang digunakannya pun Bahasa Jawa! Suami kan memesan minuman (saya lupa dia pesan apa), dijawab sama pelayannya "Mboten wonten." Suami (dan saya) enggak ngerti dan bertanya lagi "Mboten wonten?", lalu dijawab sama pelanyannya "Inggih." Suami kemudian mengkonfirmasi, "Enggak ada?", si pelayan mengangguk sambil menjawab "Inggih." Saya dan suami pun ber-oohh ria, sambil mengangguk-angguk hihihi....

Tulisan di depan toilet dan mushala (Dok. Pribadi)
~~~

Bakmi Jogja Bengawan
Alamat: Jl Riau No. 183 (Taman Pramuka)
Telepon: 022-7271356
Buka: Selasa-Minggu, pukul 11.00-22.00 WIB

Read more >>

Thursday, October 16, 2014

Launching Insan Music Store

Hari Minggu, 12 Oktober kemarin, suami mengajak saya hang out ke Krangkring Cafe di Jl. Ciliwung No. 1-3. Sebelumnya saya sudah tau kalau di sana bakal ada acara musik gitu, tapi saya anggap angin lalu saja, karena suami pasti malas diajak ke acara seperti itu. Makanya, ketika suami mengajak, ya saya mau banget. "Tumben," begitu komentar saya. "Ikut ngeramein aja," jawab suami. Mungkin karena ini acara bosnya kali yah, hihihi….

Jadi, kemarin itu acara launching-nya Insan Music Store. Insan Music Store merupakan toko musik digital yang menjual hasil karya para musisi lokal.
Punya lagu keren tapi ngga tau mau dijual dimana?
Mau dukung musisi favorit kamu, tapi ngga tau mau beli dimana?
Ayo buruan bergabung bersama INSAN MUSIC STORE.
Acara dimulai pukul satu siang, tapi saya dan suami baru tiba di lokasi pukul dua siang. Ini adalah kali pertama kami berkunjung ke Krangkring Cafe. Ternyata konsepnya foodcourt gitu. Pilihan makanannya banyak. Ada Nasi Bambu, I-Cup, Mie Baso Kameumeut, Gudeg Ciliwung, Derisol, Blend Steak, Pisetta Ice Cream, Kedai Mulya, Kebab Lezzetli, Sate Panonoban, Es Oyen, Victoria Gourmet, Pojok Nasi, Tempo Doeloe, Pempek Ratu, Kedai Dimsum 168, Soto Sulung Mas Madu, Kedai Sony, Mie Kocok Alkateri, Pizza Pizzeria, dan Nasi Goreng Mafia.

Tempatnya luas. Pengunjung bisa memilih tempat duduk indoor atau outdoor. Saya dan suami pilih di tempat outdoor dong (lebih tepatnya di basecamp para kru Insan Music Store), kan panggung acaranya di taman. 

Karena sudah makan siang di rumah, waktu itu kami memesan kebab, i-cup, dan puding untuk cemilan. Ternyata asyik juga ya, nongkrong iseng begitu. Menikmati musik sambil ngemil (sementara Jav sibuk sendiri lari-lari keliling kafe). Gratis pula, hohoho….

Yang tampil di acara ini ada Memories Band, Kasmaran Band, Kenshuu Band, Fiestacoustic, Valgus Band, dan Ryu Jolt. Mereka adalah artis/band yang sudah tergabung dalam Insan Music Store. Tidak ketinggalan, ada penampilan solo juga dari Pak Budi Rahardjo--founder Insan Music Store. Mantap Pak!

Yang paling saya suka sih, penampilan Ryu Jolt. Suasana semakin segar ketika DJ profesional ini menunjukkan keahliannya di atas panggung. Sayang, saya cuman bisa angguk-angguk kepala sambil duduk manis di balik meja, hihihi….

Insan Music Store memang menerima karya musik dari berbagai genre. Mulai dari pop, religi, dance, sampai rock. Syarat utamanya hanya satu, yaitu lagu yang dipasarkan merupakan hasil karya sendiri dan bukan hasil jiplakan dari musisi lain. Syarat yang lainnya cukup mudah.

Begitu juga untuk yang mau beli lagu, caranya mudah kok. Bahkan untuk memastikan kualitas lagu yang ingin dibeli, disediakan preview (sampel lagu tersebut selama beberapa menit pertama). Yuk kita dukung musisi lokal dengan membeli hasil karya mereka melalui cara yang legal ;)

(Sumber)

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan mengunjungi:
Website: Insan Music
Twitter: @insanmusic

Read more >>

Tuesday, October 14, 2014

Meniup Perahu

Masih dalam rangka latihan meniup, kali ini saya ajak Jav bermain perahu. Perahunya bikin sendiri dong, yang sederhana aja ;)

(Dok. Pribadi)
Bahan:
  • Styrofoam (hasil mengubek-ubek dus tempat menyimpan barang pecah belah)
  • Tusuk gigi
  • Kertas warna
Dok. Pribadi
Cara Membuat:
  • Potong styrofoam berbentuk persegi, masing-masing sebesar 5x5 cm
  • Potong kertas warna dengan bentuk segitiga sama sisi, sesuaikan tingginya dengan panjang tusuk gigi
  • Tusuk bagian atas dan bawah kertas dengan tusuk gigi
  • Tancapkan di  bagian tengah styrofoam
  • Perahu siap dimainkan
Dok. Pribadi
Mudah dan menyenangkan. Selain belajar mengenal warna dan latihan meniup untuk otot bicaranya, saya juga melatih Jav belajar berkompetisi, lomba cepet-cepetan menyebrangkan perahu dari satu sisi ke sisi yang lain :)

Referensi:
Seldin, Tim (2011) Membesarkan Anak Hebat dengan Metode Montessori. Jakarta: Gaya Favorit Press.

Read more >>

Sunday, October 12, 2014

Segera Terbit: My Wedding Story

Masih ingat buku antologi saya yang ini? Alhamdulillah, setelah diterbitkan secara indie, akhirnya buku ini dicetak ulang dan diterbitkan oleh penerbit mayor.


Judul: My Wedding Story
Penulis: Imazahra Fatimah, dkk
Penerbit: Salsabila (Al-Kautsar)
Harga: Rp 58.000
Jodoh adalah rahasia Allah. Kita tidak pernah tahu siapa yang kelak akan Allah sandingkan dengan kita dalam sebuah pernikahan. Perjalanan cinta untuk menuju pernikahan seringkali berkelok-kelok, tidak mudah. Kadang membuat kita lelah dan terjatuh. Namun kadang pula jalannya dimudahkan hingga kita sendiri terheran-heran dengan keajaiban itu.
Pernikahan adalah tempat berkumpulnya dua hati, dua cinta, dua jiwa, dua janji. Pernikahan adalah momen untuk mengekalkan dan membuktikan cinta. Dan berhimpunlah dua anak manusia dalam kebaikan.
Buku ini berisi kumpulan kisah terpilih tentang pernikahan. Cerita-cerita yang unik tersaji, memperkaya rasa kita dengan keindahan cinta dalam bingkai pernikahan.
Selain bisa dibeli di toko-toko buku kesayangan, bisa juga pesan lewat saya. Kalau pesan lewat saya, diskon 20% loh…. Yuk! ;)

Read more >>

Tuesday, October 7, 2014

Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini

Alhamdulillah, Sabtu 27 September yang lalu saya berkesempatan mengikuti seminar dan workshop mengenai 'Assessment untuk Perkembangan Anak Usia 2-6 Tahun'. Acara ini diadakan oleh Kinarya Gagas.

Penyelenggara (Dok. Pribadi)
Gratis untuk guru dan orang tua. Tentu saja jumlah pesertanya dibatasi, dan saya nyaris tidak bisa ikut karena terlambat mendaftar (sebelumnya saya ragu karena ada kemungkinan waktunya bentrok dengan jadwal keluarga). Untungnya, di detik-detik terakhir ada calon peserta yang mengundurkan diri, jadi saya bisa menggantikan ;)

Setelah melakukan gerak badan bersama, acara pun dimulai sekitar pukul setengah sembilan. Materi disampaikan oleh Ibu Irawati Imran, Psi (Psikolog Sekolah Gagas Ceria).

Perkembangan Anak
Sebelum masuk ke materi assessment perkembangan anak, terlebih dahulu kita harus memahami perkembangan anak itu sendiri.

Prinsip perkembangan anak diantaranya:
  • Berkesinambungan sejak lahir
  • Dalam susunan tertentu: dari tengah ke luar, dari atas ke bawah, dari gerakan kasar ke gerakan halus
  • Berurutan, melalui tahapan
  • Lajunya berbeda, ada yang normal, ada juga yang butuh intervensi
  • Bergantung pada usia dan kematangan (tidak bisa diintervensi) serta pengalaman bisa diintervensi)
Adapun aspek perkembangan anak terdiri dari:
  • Perkembangan kognitif: memproses informasi dan menggunakan informasi tersebut secara tepat, memecahkan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolis
  • Perkembangan motorik: bergerak dan mengendalikan tubuhnya, mencapai kualitas kontrol motorik kasar dan motorik halus
  • Perkembangan bahasa: pertukaran informasi, berbicara dan mendengar, membaca dan menulis
  • Perkembangan sosial: mengenal emosi, ekspresi, dan mampu mengontrolnya, sense of self, bertanggung jawab, berperilaku tepat
Assessment
Nah, setelah mengetahui sedikit gambaran tentang perkembangam anak, baru deh masuk ke materi assessment.

Apa sih yang dimaksud dengan assessment perkembangan anak?
Yaitu proses mengamati, mencatat, dan mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan anak dan bagaimana mereka melakukannya sebagai dasar bagi beberapa keputusan pendidikan terkait perkembangan anak tersebut (NAEYC, 1991)
Assessment penting dilakukan dalam memantau perkembangan anak. Tujuannya yaitu untuk:
  • Screening: mengecek perkembangan anak
  • Instructional: dikaitkan dengan kurikulum yang berlaku
  • Diagnostic: identifikasi anak berkebutuhan khusus oleh profesional
  • Program evaluation: mengukur performance secara keseluruhan
Prinsip dalam melakukan assessment perkembangan anak:
  • Menyeluruh
  • Berkesinambungan
  • Obyektif
  • Otentif
  • Bermakna
  • Paradigma positif, berdasarkan kemampuan terakhir yang anak bisa
  • Mendidik
Dalam melakukan assessment perkembangan anak, kita harus menghargai anak. Terdapat etika yang perlu diperhatikan:
  • Mengutamakan kepentingan anak
  • Menghormati hak anak
  • Menjaga kerahasiaan data
  • Membangun harga diri anak
  • Menerima anak dengan paradigma positif
  • Menerima keunikan anak
Metode dalam assessment perkembangan anak diantaranya:
  • Observasi
  • Tes
  • Performance
  • Diskusi
  • Wawancara
  • Kuesioner
  • Jurnal
Observasi merupakan bagian paling penting dalam proses assessment. Waktu yang paling baik untuk melakukan observasi adalah ketika anak sedang bermain, karena lebih natural. Guru atau orang tua boleh ikut terlibat dalam permainan. Namun informasi yang diperoleh akan lebih banyak apabila guru atau orang tua mengamati sambil mengambil jarak. Guru dan orang tua harus menyisihkan waktu khusus untuk melakukan observasi dan melakukannya secara berkala, kurang lebih 5-10 menit. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan didokumentasikan ketika observasi adalah:
  • Apa yang dilakukan anak
  • Apa yang terjadi
  • Bagaimana reaksi anak terhadap kejadian
Sedangkan cara penilaian dan pencatatannya dapat dilakukan dengan:
  • Checklist
  • Scala
  • Rubrik (ada rentang kualitas, kontinum)
  • Narasi
  • Rekaman foto dan video
Ingat! Hindari memasukkan unsur judgemental dalam mengumpulkan data.
Contoh: "Hari ini Timmy nakal. Dia menumpahkan air ke dalam sepatu teman-temannya." Seharusnya: "Hari ini Timmy bermain air. Sebagian air tumpah ke dalam sepatu teman-temannya." Interpretasi boleh dilakukan setelah selesai mengumpulkan data.

Interpretasi terhadap data dapat digunakan untuk mengetahui:
  • Minat
  • Fokus
  • Kelainan anatomi tubuh
  • Kebutuhan sensori (vestibular dan proprioseptik)
  • Kesadaran ruang
Tugas guru dan orang tua dalam assessment perkembangan anak adalah:
  • Memahami tujuan belajar
  • Memahami tahapan belajar
  • Mengamati anak setiap hari dan mendokumentasikannya
  • Mengumpulkan informasi, memelihara sampling foto dan video
  • Menyimpulkan apa yang dipelajari dari setiap anak, mendiskusikannya, lalu membuat rencana tindak lanjut
Contoh alat yang dapat digunakan untuk melakukan assessment perkembangan anak diantaranya:
  • Bayley
  • ASQ (age-stage questionnaire)
  • DDTK
  • Suryakanti
  • Denver
Suryakanti (Sumber)
Workshop
Acara seminar berlangsung secara interaktif. Ibu Ira memberikan contoh-contoh studi kasus dalam presentasinya baik berupa foto dan video. Kemudian para peserta diminta ditodong untuk mengemukakan hasil observasi terkait contoh studi kasus tersebut. Dalam hal ini, tentu saja diperlukan konsentrasi yang baik supaya dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya dari foto dan video yang sudah ditampilkan. Dan yang pasti, harus berhati-hati juga agar ketika mengemukakan hasil observasi tidak terselip kata-kata judgemental.

Tapi itu kan latihan secara lisan. Nah, latihan praktek input data secara tulisannya ya di acara workshop. Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok. Satu kelompok terdiri dari delapan orang peserta dan didampingi oleh satu orang fasilitator (guru dari Sekolah Gagas Ceria). Namun dalam pengerjaannya, dibagi lagi menjadi sepasang-sepasang.

Kami diberi satu set formulir assessment (ASQ) serta data pribadi seorang anak. Data tersebut harus diterjemahkan sebagai input untuk mengisi formulir ASQ. Sebetulnya tidak sulit, karena sebelum ini saya juga pernah menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk mengevaluasi perkembangan Jav. Hanya saja indikator dalam KPSP lebih sedikit dan sederhana (namanya juga Pra Skrining, wajar apabila lebih sederhana),  sedangkan indikator dalam ASQ lebih banyak dan lengkap.

Formulir ASQ usia 48 bulan untuk indikator communication (Sumber)
Formulir ASQ usia 48 bulan untuk indikator gross motor (Sumber)
Namun prakteknya ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Bagaimana tidak, saya kan tidak pernah berinteraksi dengan anak yang dijadikan studi kasus. Jadi, diperlukan waktu yang agak lama untuk dapat membaca kumpulan dokumen data pribadi anak tersebut agar mengenal kebiasaan dan memahami kemampuannya. Ada data hasil wawancara, ada catatan yang diambil dari buku penghubung antara guru dan orang tuanya, ada juga beberapa gambar hasil coretan anak tersebut.

Seru sih, hanya saja waktu yang disediakan rasanya terlalu singkat. Perhatian saya pun sempat terganggu karena pasangan saya lebih memilih menyontek hasil pekerjaan teman di sebelahnya. Weleh-weleh… Ada-ada saja :p Padahal saya yakin, tujuan penyelenggara mengadakan workshop ini bukan untuk menilai hasil kerja peserta (benar atau salah), tapi sebagai ajang latihan untuk menilai perkembangan anak.

Setelah workshop selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Cukup banyak juga peserta yang bertanya. Para guru kebanyakan menanyakan masalah perkembangan anak yang terjadi di sekolahnya. Walaupun saya bukan guru, tapi lumayan juga untuk menambah wawasan. Sayang, saya bingung mau bertanya apa. Padahal kalau di rumah dan sedang pusing dengan kelakuan Jav, rasanya ingin sekali meminta pendapat dari psikolog :D

Setelah mundur satu jam dari jadwal yang sudah ditentukan, akhirnya acara ditutup dengan penjelasan mengenai Kinarya Gagas, Elmuloka (perpustakaan Gagas Ceria yang terbuka untuk umum), serta Penerbit Erlangga (tempat acara ini terselenggara). Hmmm, kapan-kapan, ingin deh, mengajak Jav main ke Elmuloka.

Evaluasi di Rumah
Sebenarnya, penyelenggara menjual CD yang berisi materi seminar dan kompilasi ASQ untuk anak usia 2-6 tahun. Namun, karena katanya formulir ASQ bisa di-download di website-nya, saya pun tidak ikut membeli, lebih baik download sendiri saja *emak irit* :D

Tapi, setelah saya cek di website-nya, ternyata harus bayar. Yang gratis hanya sampelnya hihihi…. Untungnya di tempat lain ada yang gratis. Untuk orang tua yang sayang anak membutuhkan, bisa download formulirnya di sini. Cukup memasukkan tanggal lahir anak, maka formulir ASQ pun bisa di-download secara gratis.

ASQ gratis (Sumber)
Ada lima indikator yang dinilai dalam ASQ, yaitu communication, gross motor, fine motor, problem solving, dan personal-social. Nanti, kita bisa menghitung total nilai perkembangan anak.
  • Apabila total nilai anak berada di area berwarna putih, artinya perkembangan anak di atas ambang batas, dan sesuai dengan jadwal.
  • Apabila total nilai anak berada di area berwarna abu, artinya perkembangan anak mendekati ambang batas, sehingga guru dan orang tua harus menyediakan kegiatan belajar untuk menstimulai perkembangannya serta terus melakukan pemantauan.
  • Apabila total nilai anak berada di area berwarna hitam, artinya perkembangan anak di bawah ambang batas, sehingga perlu dilakukan penilaian lebih lanjut oleh profesional.
Formulir resume ASQ (Sumber)

Read more >>

Friday, October 3, 2014

Jav 3 Tahun 9 Bulan

Dok. Pribadi
  • Udah bisa ngebandingin ibunya sama ibu orang lain.
Saya: "Jalan-jalan yuk…."
Jav: "Ke mana?"
Saya: "Ke toko buku."
Jav: "Hayu! Pake apa?"
Saya: "Pake angkot."
Jav: "Pake mobil aja."
Saya: "Kan ayahnya kerja."
Jav: "Bunda aja atuh yang nyetir, kaya Ummi Habil."
Saya: "…."
  • Lagi seneng baca buku sambil baceo.
Beberapa waktu yang lalu, Ninnya Jav ngasih buku kumpulan doa. Awalnya cuek, tapi pas udah di rumah dia tertarik juga buka bukunya duluan sebelum saya ajak.
Jav: Buka buku, terus baca doa sebelum tidur, buka lagi, terus baca doa sebelum makan.
Suami: "Jav udah dibacain buku itu?"
Saya: Menggeleng sambil mengintip buku yang dipegang Jav.
Ternyata Jav baca doa yang dia udah hafal sambil liat gambar di bukunya.
  • Lagi seneng main jalan tol-jalan tolan. Saya jadi penjaga tolnya, Jav jadi pengendara mobilnya.
  • Bacaan favoritnya brosur mobil dan buku manual mobil.
  • Udah tau hantu dan monster, dari temen sekolahnya T_T
  • Suka iseng gangguin temennya masih euy….

Read more >>

Wednesday, October 1, 2014

Klappertaart Keju

Suami penasaran sama cemilan manis yang mempunyai nama Klappertaart ini. Kebetulan di rumah ada kelapa muda yang nganggur. Langsung deh cari-cari resepnya di internet. Setelah browsing, ternyata saya menemukan banyak sekali variasi resep Klappertaart. Saya pilih yang bahannya paling sesuai dengan stok di rumah. Karena jumlah orang yang makannya sedikit, takarannya pun saya pakai sepertiganya saja :D

Dok. Pribadi
Bahan:
  • 230 ml susu cair tawar
  • 130 ml air kelapa
  • 65 gr gula pasir
  • 40 gr tepung maizena
  • 25 gr tepung terigu
  • 2 butir kuning telur, kocok
  • 50 gr mentega
  • 1/2 sdt vanila bubuk
  • Daging kelapa muda dari 1 butir kelapa
  • Keju cheddar sesuai selera, parut

Cara Membuat:
  • Campur tepung maizena, tepung terigu, dan 80 ml air kelapa. Aduk hingga rata, lalu saring.
  • Masak susu, sisa air kelapa, dan gula di atas api kecil. Aduk hingga gula larut.
  • Masukkan kuning telur dengan metoda pancingan.
  • Tambahkan mentega, sambil terus diaduk.
  • Masukkan larutan tepung. Aduk hingga mengental.
  • Tambahkan vanila.
  • Matikan api.
  • Masukkan kelapa muda.
  • Tuang ke dalam mangkuk kecil. Kemudian diinginkan di dalam kulkas.
  • Beberapa saat sebelum disajikan, tambahkan keju parut di bagian atasnya.

Ini versi yang tanpa dipanggang di dalam oven. Kalau versi yang dipanggang, setelah adonan dituang ke dalam mangkuk, di atasnya ditambahkan topping adonan putih telur yang dikocok. Berhubung saya enggak punya mixer, jadi saya pakai yang versi dingin saja. Yang mau bikin versi panggang, bisa lihat resep lengkapnya di sini.

Dengan takaran resep sepertiga dari resep asli, hasilnya sebanyak 3 ramekin dan 2 cup kecil untuk bekal Jav ke sekolah.  Manis legitnya hmmm… benar-benar memanjakan lidah. Tapi, berhubung kami sekeluarga bukan pencinta makanan manis, 1 porsi ramekin terasa terlalu banyak. Lain kali kalau bikin lagi, gula dan porsinya harus dikurangi.

Read more >>

Monday, September 29, 2014

Blow Dart Game

Saya pikir kemampuan Jav untuk meniup oke-oke aja. Dia bisa niup lilin, suka niup bunga dandelion, hobi main balon dari air sabun, suka iseng niup air di dalam gelas pakai sedotan juga. Tapi, ternyata oh ternyata waktu ikut Lomba 17 Agustusan kemarin, pas lomba niup balon, Jav parah banget. Belepotan. Bukannya melendung, yang ada balonnya basah sama air liurnya dia heuheu…. Saya merasa kecele. Padahal kegiatan meniup katanya baik untuk mendukung kemampuan bicara anak.

Saya pun langsung bertekad untuk mengajarkan Jav meniup balon. Sayangnya, saya sendiri enggak bisa :D Jadi, biarlah itu jadi tugas ayahnya hehehe…. Saya mah coba pakai cara lain dulu, yaitu dengan Blow Dart Game.

Bahan:
  • Gelas plastik
  • Sedotan
  • Cotton bud
Dok. Pribadi
Cara Bermain:
  • Buat menara dari gelas plastik.
  • Masukkan cotton bud ke dalam sedotan melalui salah satu ujungnya
  • Tiup ujung sedotan yang lain untuk menghancurkan menara gelas dari jarak ya.
Dok. Pribadi
Manfaat:
  • Melatih keterampilan motorik halus.
  • Melatih kekuatan otot bicara.
Dok. Pribadi
Kelihatannya gampang, ternyata lumayan susah juga. Supaya gelas-gelasnya bisa jatuh, cotton bud harus ditembak dengan sangat kuat. Saya aja niupnya harus pakai tenaga, apalagi Jav. Seru juga ngajarin Jav main ini. Kalau tenaganya kenceng, eh ngarahin sedotannya enggak fokus jadi meleset. Kalau arahnya pas, eh niupnya lemes. Untung dianya semangat terus :D

Referensi:

Read more >>