Thursday, November 20, 2014

Kolam Renang Langganan di Bandung

Udah beberapa bulan terakhir ini Jav enggak pernah diajak berenang. Niat sih udah sering, tapi setiap weekend, waktunya selalu tabrakan sama acara lain. Nikahan sodara, nikahan tetangga, jadwal ke dokter, undangan seminar, macem-macem lah….

Suami sih enak, bisa renang tiap hari di kolam renang apartemen. Tapi Jav? Harus nunggu weekend bareng sama ayahnya, soalnya saya suka agak-agak parno sama air enggak bisa berenang :p

Alhamdulillah, akhirnya hari Sabtu kemarin jadi juga ngajak Jav berenang. Tempatnya di kolam renang langganan di Batununggal Indah Club (BIC). Kenapa di sana? Bisa dibilang, kami memang agak rewel dalam memilih kolam renang. Banyak faktor yang dijadikan bahan pertimbangan.

Lokasi
Tau sendiri kan sekarang ini Kota Bandung macetnya bikin males banget. Jadi sebisa mungkin cari kolam renang yang lokasinya paling dekat dari rumah. Lumayan menghemat waktu. Apalagi untuk menuju BIC ada jalan pintasnya juga.

Kondisi
Selain bersih, kolam di BIC menurut saya cukup lengkap dan nyaman. Ada satu kolam renang anak, satu kolam renang air dingin, dan satu kolam renang air hangat. Yang kolam renang air hangat, bagian atasnya diberi atap. Jadi bisa renang sepuasnya, kapan aja. Enggak perlu khawatir kepanasan kalau renangnya siang-siang dan juga enggak akan kedinginan kalau cuacanya lagi enggak bersahabat.

Kolam renang anak (Dok. Pribadi)
Kemarin aja, Jav sama ayahnya berenang hampir dua jam, padahal ketika itu lagi hujan. Mereka nyaman-nyaman aja main di kolam. Hanya saya yang gelisah, jemuran di rumah lupa belum diangkat euy, heuheu….

Jav betah main di kolam air hangat (Dok. Pribadi)
Tiket masuk
Untuk dewasa biayanya Rp 55.000, untuk anak di atas 2 tahun biayanya Rp 45.000, sedangkan untuk yang mengantar biayanya Rp 10.000. Semuanya mendapat satu botol air minum.

Menurut saya pribadi sih relatif mahal. Tapi sesuai lah dengan fasilitasnya. Soalnya pernah nih masuk ke kolam renang, baik yang dewasa, anak kecil, yang renang, yang enggak renang, semuanya sama harus membayar seharga x rupiah. Yang seperti itu sih enggak akan didatangin lagi. Masa yang enggak ikut renang harus bayar juga, rugi dong :D

Tempat tunggu
Di BIC ini tempat tunggunya biasa aja sih. Tapi bebas bisa duduk di mana aja. Mau pilih yang outdoor supaya bisa mengawasi anak berenang, atau yang indoor. Soalnya pernah juga nih di tempat lain, saya enggak bisa duduk di area kolam kalau enggak bayar tiket masuk. Lah kalau enggak boleh masuk, mending saya nunggu di rumah aja deh, iya enggak….

Nungguin Jav sama ayahnya sambil baca This Guy is MIne (Dok. Pribadi)
Pssst, mau dapat buku This Guy is Mine gratis? Yuk, ikutan giveaway-nya di blog buku saya ;)

Makanan
Biasanya, saya menyiapkan bekal cemilan untuk Jav dan ayahnya. Hmmm, untuk saya juga sih. Tapi kalau enggak sempat, tenang aja, di BIC ada Bicafe yang menyediakan berbagai jenis menu makanan mulai dari kentang goreng sampai sop buntut, juga berbagai jenis menu minuman mulai dari yang dingin sampai yang hangat.

Daftar menunya (Dok. Pribadi)
Rasanya lumayan lah, enggak terlalu mengecewakan seperti di kafe di tempat renang lain. Masa saya pernah pesan spagheti carbonara yang isinya hanya spagheti dan saus putih, enggak ada dagingnya. Waktu itu, teman saya memesan bubur ayam, tapi enggak ada ayamnya, cuma ditabur kacang. Yang begitu mah enggak niat jualan yah :))

~~~

Batununggal Indah Club
Jl. Batununggal Indah IX No. II
Soekarno hatta - Bandung 40266
Tlp. (022) 7560200

Read more >>

Wednesday, November 19, 2014

Wordless Wednesday: Orderan Pertama

Puding Cokelat resep dari Mbak Diahdidi untuk acara Seminar Parenting kemarin (Dok. Pribadi)

Testimoni dari Teh Yuli (Dok. Pribadi)
Read more >>

Sunday, November 16, 2014

Menerapkan Disiplin pada Anak

Hari Sabtu, 8 November yang lalu, bertempat di ruang TPA komplek, Jule & Antzer Mother School bersama ibu-ibu POMG di sekolah Jav, mengadakan seminar parenting tentang 'Disiplin dan Aturan'. Narasumbernya yaitu Ibu Aundriani Libertina, M. Psi (psikolog, kepala sekolah Binar Indonesia Preschool di Rancabolang, Bandung). Supaya lebih bermanfaat, ilmu harus dibagi-bagi. Makanya pesertanya tidak hanya terbatas pada orang tua di sekolah Jav, tetapi mengundang orang tua dan guru PAUD di sekitar komplek juga.

(Dok. Pribadi)

Acara dibuka pukul 09.30 oleh Teh Yuli (pendiri Jule & Antzer Mother School) sebagai moderator, dan dilanjutkan dengan perkenalan narasumber. Bu Aund ini ternyata awet muda, wajahnya lebih cocok jadi mahasiswa daripada jadi kepala sekolah, hihihi…. Beliau menyebutkan bahwa acara ini lebih sesuai disebut sebagai acara sharing. Tujuannya agar para ibu ngeuh bagaimana cara mendidik dan mengasuh anak.

Kiri: Bu Aund, kanan Teh Yuli (Dok. Pribadi)

Sebelum menyampaikan materi, Bu Aund memutarkan film Helen Keller terlebih dahulu.
Film tersebut merupakan kisah nyata tentang seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang tidak bisa melihat dan tidak bisa mendengar sejak bayi. Dia dibesarkan dengan pola asuh yang salah. Ibunya terlalu lemah, setiap Helen mengamuk, dia biasa memberikan permen agar Helen bisa tenang. Sedangkan ayahnya terlalu cuek, dia membiarkan Helen meraup makanan dari piring semua anggota keluarga, asalkan mereka bisa makan dengan tenang. Keluarga Helen akhirnya mencarikan guru untuk gadis itu.
Annie Sullivan, guru tersebut menerapkan disiplin yang sangat ketat untuk Helen. Membuat ayah Helen kesal dan berencana untuk segera memecatnya. Tetapi Annie tidak peduli. Helen anak yang cerdas dan dia harus ditangani dengan teknik yang tepat dan cara yang akurat.
Saat sarapan, Annie mulai mengajarkan Helen untuk makan sambil duduk dan menggunakan sendok garpu. Dia guru yang sangat sabar. Setiap Helen memberontak, dia memukul pipinya. Bukan karena dia menerapkan aturan militer, tetapi karena hanya itu cara agar dia bisa menegur Helen (ingat indra penglihatan dan indra pendengaran Helen tidak bekerja, jadi percuma dipelototin atau diteriakin juga). Akhirnya, menjelang jam makan siang, Helen bisa makan menggunakan sendok dan melipat serbetnya sendiri.
Annie juga mengajarkan Helen nama benda-benda melalui telapak tangannya. Kesabaran Annie berbuah manis, setelah beberapa minggu, Helen akhirnya dapat berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Hmmm, kalau nonton filmnya, pasti terharu deh. Saya saja sampai menangis. Sambil mengusap air mata, saya mengintip peserta lain, dan ternyata bukan saya sendiri yang menangis, hohoho…. Maklum, emak-emak semua :D

Setelah semua peserta bisa menenangkan diri hati, Bu Aund meminta para peserta untuk berbagi pengalaman penerapan disiplin pada anak di rumah, caranya seperti apa, apakah berhasil atau tidak, dan apa saja kendalanya.

Berdasarkan hasil sharing, maka ada tiga tipe ibu (orang tua): lemah, kuat, dan moderat.
  • Ciri-ciri ibu yang lemah terhadap penguasaan anak (seperti ibu Helen): menuruti semua kemauan anak, tidak pernah tegas, ngebatin, melow.
  • Ciri-ciri ibu yang kuat terhadap penguasaan anak (seperti ayah Helen): keras dan terlalu banyak aturan.
  • Deteksi sejauh mana menjadi ibu yang lemah (permisif) atau ibu yang kuat (otoriter)!
  • Idealnya sih ibu yang moderat: aturan jalan, kasih sayang juga dapat.
  • Ciri-ciri ibu yang moderat (seperti guru Helen): sayang, konsisten, sabar, tegar, mempunyai motivasi, memiliki ilmu.
Memukul dengan tujuan agar anak mengetahui rasanya sakit dipukul (apabila anak suka memukul), sebaiknya diusahakan tidak melalui tangan orang tua. Karena pikiran anak kongkrit operasional (apa yang dia lihat dan dia rasakan, berarti itu yang dia pikirkan), maka yang akan anak tangkap adalah 'ibuku jahat'. Biarkan anak belajar rasa sakit dari temannya ketika sedang bermain.

(Dok. Pribadi)
Berikut materi yang disampaikan oleh Bu Aund.

Disiplin merupakan cara masyarakat (guru, orang tua, dan orang dewasa lainnya) dalam mengajarkan tingkah laku moral pada anak agar dapat diterima dalam kelompoknya (keluarga, sekolah, teman).

Jadi, tujuan dari penerapan disiplin yaitu untuk membentuk tingkah laku anak.

Terdapat empat elemen dalam disiplin.

Pertama, aturan.
  • Aturan merupakan petunjuk atau pedoman bagi anak dalam bertingkah laku di masyarakat agar sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya.
  • Fungsinya yaitu agar paham mana yang boleh atau tidak untuk belajar mengendalikan diri: agar anak tidak mengganggu hak orang lain atau ketertiban.
  • Konsekuensinya, aturan akan membatasi kebebasan -> wajar, tidak apa-apa.
  • Biasanya, kebebasan anak berbentuk segitiga. Ketika masih anak-anak, diberi kebebasan sebesar-besarnya (dimanja, apabila anak berbuat salah dimaklumi 'ah namanya juga anak-anak'). Ketika memasuki usia remaja, kebebasannya mulai dikurangi (ponsel diambil, tidak boleh kos). Setelah dewasa, kebebasan semakin dibatasi (kriteria jodoh diatur). Jika seperti ini, pemberontakan akan terjadi ketika anak mulai beranjak remaja sehingga menyebabkan yang disebut dengan kenakalan remaja.
  • Seharusnya kebebasan anak berbentuk segitiga terbalik. Ketika masih anak-anak, kebebasan diberi secukupnya saja. Setelah remaja, mulai berikan kebebasan, karena anak sudah balig, perbuatannya sudah mulai dipertanggungjawabkan. Saat dewasa (di atas 20 tahun), anak sudah benar-benar bebas, biarkan anak bertanggungjawab atas semua pilihannya. Orang tua cukup mendengarkan dan memberi nasihat apabila dibutuhkan.
Kedua, konsistensi dan ketegasan.
Konsistensi dan ketegasan dibutuhkan agar:
  • Anak lebih cepat mempelajari.
  • Meningkatkan motivasi karena jelas dan tidak mengambang (tidak tergantung mood).
  • Menghargai aturan.
Ketiga, hadiah (reward).
  • Reward merupakan bentuk apresiasi atau penghargaan atas suatu prestasi yang TELAH dilakukan.
  • Reward tidak sama dengan sogokan alias menyuap.
  • Motivasi internal (hati nurani) akan muncul kemudian jika didukung oleh motivasi eksternal berupa koreksi dan penguatan.
  • Hati nurani tidak dibawa sejak lahir, tapi mulai muncul pada usia 3-4 tahun untuk membentuk sistem nilai.
  • Sistem nilai yang dibentuk tidak boleh terlalu kaku atau terlalu longgar.
  • Hati nurani dibentuk dengan cara menanamkan rasa malu atau rasa bersalah.
Contoh: sebelum mengajarkan anak perempuan mengenakan kerudung, ajarkan terlebih dahulu tentang aurat. Dalam mengenalkan agama pada anak: iming-imingi dengan surga, jangan ditakut-takuti dengan neraka.
Keempat, hukuman (punishment).
  • Punishment merupakan sanksi fisik atau psikis untuk kesalahan atau pelanggaran yang sengaja dilakukan.
  • Beri anak 2 kali peringatan, apabila tidak menuruti aturan, baru berikan punishment.
  • Pastikan sebelumnya orang tua sudah mensosialisasikan aturan pada anak, setelah 2 minggu baru mulai terapkan peraturan.
  • Punishment tidak mengajarkan kekerasan tapi mengajarkan konsekuensi.
Tips dalam memberikan punishment:
  • Segera dan langsung setelah anak melakukan perilaku buruk.
  • Harus dapat memotivasi anak untuk perilaku baik.
  • Tidak mempermalukan anak dan menyakiti fisik/psikis, cukup melalui tatapan mata, nada suara, dan bahasa tubuh.
  • Dilakukan dengan tegas, nada suara naik, tidak bertele-tele.
  • Hukuman harus membuat anak merasa tidak enak, tidak nyaman, kehilangan kenikmatan.
  • Perhatikan jarak psikologis dan lokasi saat memberi hukuman.
  • Time out yaitu memindahkan anak untuk berpikir. Bisa dipraktekkan mulai usia anak 2 tahun.
Reward dan punishment:
  • Mulai bisa diterapkan lebih intens sejak anak berusia 2 tahun.
  • Lebih baik memperbanyak reward.
  • Terutama untuk kegiatan penyapihan, melepas dot/empeng, toilet training
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Apabila ada hal yang ingin diketahui, peserta bisa langsung bertanya. Bu Aund pun langsung menjawab tanpa terlihat merasa terganggu. Setelah penyampaian materi selesai, peserta diberi waktu lagi untuk bertanya. Seru! Acara yang seharusnya selesai pukul 11, baru bisa benar-benar selesai pukul 12.30 ;)

Di antara berbagai pertanyaan dari para peserta, ada satu pertanyaan yang cukup mendasar dan mewakili kebutuhan saya.
  • Pertanyaan: Bagaimana tips agar ibu bisa kuat dalam menerapkan disiplin?
  • Jawaban dari Bu Aund: Ingat visi misi kita hidup dunia ini. Tujuan akhirnya tentu untuk masuk surga. Anak saleh bisa menjadi jalan untuk masuk surga. Rajin-rajin berdoa dan bergabung dalam komunitas agar bisa saling mendukung dan menguatkan.
Bu Elva-Ketua POMG menyampaikan tanda terima kasih (Dok. Pribadi)
Sejujurnya saya pribadi merasa belum puas. Masih banyak hal yang masih mengganjal dalam pikiran, terutama tentang prakteknya. Wajar sih, karena tujuan seminar kali ini hanya memancing insight dan semangat para peserta untuk mengubah perilaku anak agar sesuai dengan yang diharapkan. Mudah-mudahan bisa segera dilanjutkan dengan seminar yang membahas teknik-teknik dalam penerapan disiplin di 'lapangan' :D

Read more >>

Sunday, November 9, 2014

Dengar Dongeng @ Elmuloka

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat info dari Teh Yuli--teman di komplek--kalau selama bulan November ini, setiap hari Rabu, di Elmuloka ada acara dengar dongeng untuk anak-anak. Gratis dan terbuka untuk umum.

Wuih… saya kepingin banget dong mengajak Jav ke acara ini. Selain bermanfaat untuk Jav, saya juga ingin melihat bagaimana sih cara mendongeng yang asyik itu. Soalnya selama ini saya hanya read aloud, mendongengnya sambil membaca buku--sayanya sering ketiduran pula :p

Tapi saya agak ragu, soalnya Jav biasanya enggak bisa duduk manis kalau di tempat umum. Saya takut nantinya malah mengganggu acara. Akhirnya setelah mewanti-wanti Jav, "Kalau mau denger dongeng, harus duduk, enggak boleh lari-lari," saya pun berusaha pede membawa Jav ke acara ini.

Dok. Yulianti Wahyudin
Dalam satu hari, ada dua sesi yang bisa dipilih. Pukul 11.30 WIB atau 14.00 WIB. Mempertimbangkan jam tidur siang Jav, saya memutuskan untuk datang di sesi pertama. Pulang dari sekolah Jav, ganti baju dan beres-beres sebentar, langsung pergi lagi. Sampai di Elmuloka, ngobrol sebentar sama Teh Yuli yang sudah tiba lebih dulu, lalu acara mendongengnya langsung dimulai deh. On time :)

Dok. Pribadi
Acara dengar dongeng ini merupakan kerjasama antara Elmuloka dengan tim dongeng dari Bengkimut. Untuk bulan ini temanya yaitu 'dunia binatang'. Alhamdulillah, Jav mau duduk manis mendengarkan cerita tentang gajah. Mungkin karena dongengnya disampaikan dengan cara yang menarik. Ekspresif, menggunakan alat peraga, dan interaktif. Seru deh memperhatikan ekspresi anak-anak ketika sedang mendengarkan dongeng :D

Dok, Pribadi
Waktu selama dua puluh menit pun mengalir tanpa terasa. Setelah dongengnya selesai, anak-anak diberi kesempatan untuk memegang alat peraga--boneka gajah. Mudah-mudahan minggu depan bisa ikut lagi ;)

~~~

Dok. Yulianti Wahyudin
Perpustakaan Elmuloka
GagasCeria Innovation Education
Jl. Malabar 61 Bandung

Read more >>

Friday, November 7, 2014

Mainan Edukatif Gratis

Masih dalam rangka mengumpulkan mainan supaya Jav mau duduk manis di tempat umum nih. Ceritanya mau bikinin Jav alphabet road sama lacing card. Tapi akhir-akhir ini lagi males banget. Untungnya nih, saya bisa langsung cetak yang udah jadi. Gratis! Tinggal dipotong dan dilaminasi aja supaya awet.

Alphabet road ini bisa di-download di sini. Jadi, Jav bisa main mobil-mobilan sambil mengenal huruf-huruf yang membentuk nama dia.

Dok. Pribadi
Dok, Pribadi
Sedangkan lacing card ini saya download dari sini. Biasanya Jav males main beginian. Baru mau main kalau energinya udah mulai habis. Meronce sambil tidur-tiduran.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Kalau niat mencarinya, banyak banget mainan eduktif yang bisa di-download secara gratis loh :)

Read more >>

Wednesday, November 5, 2014

LDR AntiGalau @ Heart Ring

Hampir lupa kalau beberapa waktu lalu saya pernah menulis sebuah artikel tentang LDR (long distance relationship) untuk proyek buku Warung Blogger. Bersama 33 kontribur lainnya, kami membuat tulisan seputar love and relationship.

Nah, sekarang bukunya udah jadi loh…. Yuk, dibeli. Seluruh royalti dari hasil penjualan akan disumbangkan ;)


Judul: Heart Ring
Penulis: Vanisa Desfriani, dkk
Editor: Isnaini Khomarudin
Penerbit: Sixmidad
Cetakan: Pertama, September 2014
Tebal: 183 halaman
ISBN: 978-602-70506-9-3

Read more >>

Monday, November 3, 2014

Jav 3 Tahun 10 Bulan

Dok. Pribadi
  • Kalau dulu suka susah banget diajak foto, sekarang malah dia yang minta duluan hihihi....
  • Selain nonton Syamil dan Dodo, sekarang kalau buka Youtube doyannya nonton perakitan mobil di pabrik dan review mobil
  • Kalau jatuh atau nabrak, enggak pernah nangis.... Enggak ngerti deh, itu tulang atau besi heuheu... Tapi kalau berdarah langsung deh nangis heboh :D

Read more >>

Wednesday, October 29, 2014

Monday, October 27, 2014

Berbagi Rezeki dari Ngeblog

Alhamdulillah, beberapa kali saya sudah pernah mencicipi rezeki dari ngeblog. Mulai dari pulsa sampai ponselnya, mulai dari buku sampai cincin berlian. Mulai dari wadah makan sampai wisata kuliner ke Makassar. Tapi… semuanya saya sendiri yang menikmati :(

Makanya, bagi saya, pengalaman ngeblog yang paling berkesan itu ketika mendapat rezeki berupa voucher belanja. Sejak berhenti bekerja tahun 2011, saya tidak bisa lagi membelikan sesuatu untuk suami. Kalaupun saya memberikan kejutan untuk suami, uangnya ya dari dia juga, hihihi….

Dok. Pribadi

Berkat voucher belanja tersebut, saya bisa mengajak suami untuk jalan-jalan, dan mentraktir dia belanja kebutuhan pribadinya. Jumlahnya memang tidak seberapa, tapi rasanya puas sekali bisa berbagi manfaat ngeblog dengan suami tercinta.

Semoga rezeki dari ngeblog bisa terus mengalir sehingga hasilnya bisa dirasakan bukan hanya oleh saya, tetapi juga oleh orang-orang di sekitar saya. Tentunya melalui artikel yang isinya bermanfaat bagi para pembaca blog ;)

Selamat Hari Blogger Nasional!

Read more >>

Thursday, October 23, 2014

Ice Excavation: Menyelamatkan Hewan Laut

Senang sekali deh. Di antara semua permainan yang pernah saya sediakan untuk Jav selama ini, permainan ini nih yang paling seru dan menarik bagi Jav. Kelihatan sekali Jav sangat menikmatinya (selain mobil-mobilan tentunya). Bahan-bahannya, seperti biasa disesuaikan dengan yang ada di rumah.

(Dok. Pribadi)
Bahan:
  • Mainan plastik berbentuk hewan laut
  • Air
  • Wadah berbentuk balok untuk membekukan es
  • Wadah yang lebih lebar untuk mencairkan es
  • Garam
  • Air hangat
  • Ember kecil, botol semprot, garpu, sendok sayur, corong, obeng, tang, dan gergaji mainan

Cara Bermain:
  • Bekukan air dan mainan di dalam wadah. Inginnya sih menggunakan wadah yang besar supaya lebih seru, tapi freezer-nya enggak cukup :p
  • Setelah beku, keluarkan dari wadah. Saya membekukannya selama dua hari, karena membuatnya bertahap lapis per lapis supaya mainannya enggak berkumpul di satu tempat.
  • Permainan siap dimulai.

Bahan-bahannya (Dok. Pribadi)
Pertama, saya ajak Jav untuk merasakan suhu dan tekstur es. Anak mana sih yang enggak suka main-main sama es? Daripada menghabiskan stok es balok di freezer, mending main ini sekalian ;) Jav pun memperhatikan es tersebut dan hewan-hewan laut yang terjebak di dalamnya. "Kasihan ikannya kedinginan," kata Jav. "Kita keluarin, yuk!" ajak saya. "Yuk!" jawab Jav dengan penuh semangat. Pada pelaksanaannya sih dia sendiri yang sibuk dengan esnya, saya mah sibuk sama kamera :p

Saya beri tau Jav bahwa garam bisa membuat es mencair lebih cepat. Jav pun mulai menaburkan garam di seluruh permukaan es. Tekstur es pun langsung berubah. Saya ajak Jav untuk merasakan lagi tekstur es tersebut. Selain teksturnya yang berubah menjadi kasar, penampakannya pun terlihat lebih cantik, artistik :)

Shake shake shake! (Dok. Pribadi)
Kemudian saya ajak Jav untuk menyemprotkan air hangat agar esnya mencair lebih cepat lagi. Jav pun dengan telaten memasukkan air hangat ke dalam botol semprot menggunakan sendok sayur dan corong. Supaya mirip air laut, saya tambahkan pewarna biru dalam air hangatnya. Dan memang benar, setelah beberapa lama Jav menyemprotkan air hangat ke arah penguin, es yang mengelilinginya pun langsung mencair. Hore! Begitu terus, Jav mengeluarkan hewan-hewan laut satu per satu dari jebakan es.

Biarkan air hangat yang bekerja (Dok. Pribadi)
Di sela-sela keseriusan Jav menyemprot dengan air hangat, saya mengusulkan pada Jav untuk mencoba juga menggunakan cara lain. Jav pun mencoba menghancurkan es dengan jari-jarinya, susah. Mencongkel dengan garpu dan obeng, gagal. Menarik dengan tang, enggak berhasil. Memotong dengan gergaji, percuma. Ya iyalah, semuanya mainan dari plastik, hihihi.... Akhirnya dia menemukan bahwa cara paling mudah dan cepat untuk menghancurkan es yaitu dengan air hangat.

Coba-coba…. (Dok. Pribadi)
Beberapa kali jari-jari Jav terasa pegal karena terlalu bersemangat menyemprot air. "Ya udah, siram aja esnya dengan air hangat pakai sendok," ucap saya, merasa kasihan. Jav pun menuruti perkataan saya. Tetapi, karena sasaran menyiram  tidak setepat menyemprot, setelah pegalnya hilang, Jav pun kembali mencairkan es dengan cara menyemprotnya menggunakan air hangat.

Lumayan lama juga nih main-main beginian, sekitar satu setengah jam. Sampai-sampai jari-jari Jav keriput semua :D Padahal Jav menggunakan semprotan, sedangkan dari artikel yang saya baca malah memakai pipet dan suntikan. Wuih pasti lebih lama lagi serunya kalau mencairkan es dengan air hangat melalui pipet dan suntikan :D

Hasil 'kerja keras' :) (Dok. Pribadi)
Manfaat:
  • Mengenal sifat zat cair: membeku dan mencair
  • Melatih kemampuan sensoris: mengenal suhu (dingin dan hangat), mengenal tekstur (licin dan kasar)
  • Mengenal nama dan jenis hewan laut
  • Melatih keterampilan motorik halus: menaburkan garam, memindahkan air dari ember ke dalam botol, menggunakan botol semprot
  • Melatih kemampuan memecahkan masalah: memilih alat yang paling efektif untuk melepaskan mainan dari es
  • Melatih kesabaran

Lain kali mau mengajak Jav main yang seperti ini lagi ah. Mainannya dicoba diganti dengan dinosaurus…. Serasa film Ice Age deh ;)

Referensi:

Read more >>

Monday, October 20, 2014

Menikmati Suasana Jogja di Bakmi Jogja Bengawan

Sepulang dari acara launching Insan Music Store  kemarin, saya masih kepingin ngemil yang seger-seger. Sepertinya enak nih kalau makan bakso. Pilihan pun jatuh pada Cuanki Serayu. Tapi saya harus kecewa karena ketika tiba di lokasi, pengunjungnya sedang ramai sekali. Bahkan ada beberapa rombongan yang masih berdiri karena belum mendapat tempat duduk. Akhirnya suami memutuskan untuk pindah lokasi ke Bakmi Jogja Bengawan yang masih berada di sekitar situ.

Bakmi Jogja Bengawan (Dok. Pribadi)
Bakmi Jogja Bengawan ini tempat makan langganan saya dan teman-teman ketika masih kerja dulu. Terakhir ke sana sama suami waktu lokasinya masih di Jl. Bengawan (makanya namanya Bakmi Jogja Bengawan).

Dapur (Dok. Pribadi)
Walaupun pindah lokasi, tapi enggak ada yang berubah kok (kecuali porsi yang berkurang dan harga yang bertambah :p). Suasananya masih sama. Dapur berada di bagian depan, sedangkan tempat makannya di bagian belakang (ada yang indoor dan ada yang outdoor).

Suasana tempat makan indoor (Dok. Pribadi)
Begitu juga dengan rasa makanannya. Saya memesan Bakmi Nyemek (bakmi yang ada kuahnya sedikit), sedangkan suami memesan Nasi Goreng Mawut (nasi dan mi yang digoreng bersama). Dua-duanya enak. Tapi favorit saya dari dulu sih Nasi Goreng Mawut.

Bakmi Nyemek Rp 22.000 (Dok. Pribadi)
Nasi gorengnya bisa pilih yang tidak pedas, sedang, dan pedas. Kalau bakmi sih polos. Kalau ingin pedas, tinggal potong-potong cabai rawit yang sudah tersedia di setiap meja. Wuih segar. Apalagi ditambah acar. Suami biasanya bisa ngabisin satu stoples acar hihihi….

Nasi Goreng Mawut Rp 22.000 (Dok. Pribadi)

Minumnya, yang paling cocok dan paling nikmat ya Teh Poci Gula Batu. Porsinya cukup banyak. Walaupun hanya diberi dua cangkir, tapi tehnya cukup untuk tiga orang berkali-kali nambah (untuk Jav minta satu tambahan satu cangkir lagi, Rp 2.500). Diminum panas-panas, hmmm nikmat….

Teh Poci Gula Batu Rp 13.500 (Dok. Pribadi)
Satu lagi yang menjadi favorit kami di sini yaitu pisang goreng. Dulu sering bungkus pisang goreng ini untuk dibawa ke rumah. Pisangnya manis, dicocol gula palem, semakin enak. 

Pisang Goreng @ Rp 5.000 (Dok. Pribadi)
Makan di sini terasa banget suasana Jogjanya. Bukan hanya dari makanannya, tapi juga dari musik Jawa yang mengalun dari pengeras suara, kostum Jawa lengkap dengan blangkon yang dikenakan para pegawainya, serta papan yang menunjukkan kasir, toilet, mushala, dan lain-lain yang menggunakan huruf Jawa. Bahkan bahasa yang digunakannya pun Bahasa Jawa! Suami kan memesan minuman (saya lupa dia pesan apa), dijawab sama pelayannya "Mboten wonten." Suami (dan saya) enggak ngerti dan bertanya lagi "Mboten wonten?", lalu dijawab sama pelanyannya "Inggih." Suami kemudian mengkonfirmasi, "Enggak ada?", si pelayan mengangguk sambil menjawab "Inggih." Saya dan suami pun ber-oohh ria, sambil mengangguk-angguk hihihi....

Tulisan di depan toilet dan mushala (Dok. Pribadi)
~~~

Bakmi Jogja Bengawan
Alamat: Jl Riau No. 183 (Taman Pramuka)
Telepon: 022-7271356
Buka: Selasa-Minggu, pukul 11.00-22.00 WIB

Read more >>